Scroll Untuk Membaca

Sumut

Kisah ‘Jegang Pipil’ Di Madina

Kisah ‘Jegang Pipil’ Di Madina
Ilustrasi
Kecil Besar
14px

MADINA (Waspada): Apa itu ‘jegang pipil’? Inilah, jagung (jegang) dengan merontokkan (melepas biji) jagung dari tongkolnya.

Nah, jagung pipil kering bisa menjadi pakan ternak, khususnya untuk ternak ayam. “Hur… hur…, i son bo (di sinilah),” ujar tuannya sambil memanggil segerombolan ayam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kisah 'Jegang Pipil' Di Madina

IKLAN

Sangat jamak terlihat di grup Forum Anak Madina (FAM) — grup sangat fenomel di Madina beragam profesi — menggunakan istilah ‘jagung pipil’.

“Jegang pipil itu jagung hasil sortiran paling jelek, biasanya jagung pipil untuk makanan ayam dan burung. Yang bagus-bagusnya, yah, untuk tuannya,” ujar Raja Bangun Nasution, salah satu admin grup FAM kepada waspada.id dan beritasore.co.id di Panyabungan, Selasa (2/5).

Aktivis dan pengusaha milenial ini mengungkapkan, ayam itu tak punya akal. “Makanya, begitu dikasih ‘jegang pipil’, sudah merasa senang padahal itu kualitas ‘jegang’ paling buruk,” ujar Raja.

Syahren Hasibuan, berjulukan DPR Jalanan tergolong sangat aktif dalam perbincangan di grup WA FAM, memberi jawaban justru candaan.

“Jegang pipil, jagung kupas dalam bahasa nasional. Bahasa india acca-acca, aku nggak tahu,” ujar Syahren.

Sedangkan Badai, termasuk teman sangat kesohor di WA FAM dan sering terlibat diskusi panas di grup ini, ketika ditanya seputar ‘jegang pipil’, malah tertawa. “Kura-kura dalam perahu, Dindaku ini,” ujar Badai. Hahaha. (irh)

Ilustrasi

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE