11 Kecamatan Terkepung Banjir, Korban Capai 43.782 Jiwa Dan 9.802 Mengungsi

Laporan: Maimun Asnawi, S.Hi.,M.Kom.I

  • Bagikan
Isteri Pj Bupati Aceh Utara memgarungi banjir di Lhoksukon kemarin. Waspada/Ist
Isteri Pj Bupati Aceh Utara memgarungi banjir di Lhoksukon kemarin. Waspada/Ist

MINGGU, (24/12) sekira pukul 10.00, Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah diguyur hujan deras. Akibatnya, 2 kecamatan di Aceh Utara digenangi banjir dengan ketinggian antara 1 meter hingga 1.20 Cm di areal pemukiman warga dan di lahan pertanian. Kedua kecamatan itu yakni Kecamatan Dewantara dan Nisam.

Selanjutnya, Senin (25/12) pukul 05.00 pagi, banjir meluas hingga ke 9 kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Pirak Timu, Lhoksukon, Tanah Luas, Langkahan, Matangkuli, Samudera, Cot Girek, Syamtalira Bayu, dan Kecamatan Paya Bakong.

“Untuk Kecamatan Dewantara dan Nisam banjir disebabkan genangan air hujan. Ini terjadi, Minggu (24/12) pukul 10.00,” kata Sekretaris BPBD Aceh Utara, Fakhrul, Rabu (27/12) siang.

Selanjutnya, Selasa (25/12) sekira pukul 05:00, Sungai Krueng Pirak mulai meluap menggenangi permukiman warga di Kecamatan Pirak Timu. Lalu pada pukul 7:00 terjadi luapan Sungai Krueng Pase, Kereuto dan Krueng Peto. Hingga banjir menggenangi Kecamatan Lhoksukon, Tanah Luas, Matangkuli Cot Girek , Samudera, Langkahan dan Geuredong Pase.

“Di beberapa kecamatan tadi ketinggian air mencapai 1 hingga 120 Cm. Jumlah gampong yang terdampak banjir di 11 kecamatan tadi sebanyak 107 gampong dengan jumlah kepala keluarga 14.530 atau sebanyak 43.783 jiwa. Sedangkan yang mengungsi sebanyak 3.101 KK atau 9.802 jiwa. Mereka berada di 32 titik pengungsian,” sebut Fakhrul.

Selanjutnya, Selretaris BPBD Aceh Utara itu merincikan gampong yang terdampak banjir dari masing-masing kecamatan dimulai dari Kecamatan Dewantara.

Kecamatan ini banjir disebabkan genangan air hujan, Senin, (25/12) dengan ketinggian air rata-rata 60 Cm. Gampong-gampong yang mengalami banjir di kecamatan ini yaitu Gampong Tambon Baroh dengan jumlah 110 KK atau sebanyak 440 Jiwa. Titik pengungsian di Jalan Tua Utara dan Jalan Rel Kereta Api.

Gampong Keude Krueng Geukueh laporan sementara 49 KK atau 172 Jiwa dan titik pengungsian yaitu Posko Balee Nurul Yaqin Dusun Cot Trieng dan Posko Balee Babut Taqwa, Dusun Batee Timoh.

Selanjutnya, Gampong Lancang Barat. Jumlah 47 KK atau 141 Jiwa. Titik pengungsian di rumah-rumah keluarga terdekat. Selanjutnya, Uteun Geulinggang, 205 KK, 880 jiwa.

Cot Mesjid 55 KK, 250 jiwa, Simpang, 470 KK, 285 jiwa, dan Cot Tring Barat, 80 KK, 345 jiwa, Posko Dapur Umum, titik kumpul ada 2 Pos, 1 di Jalan Asean BP, Raudhatul Raihan, 2, Lorong H, A, Gani, dusun Simpang.

Kemudian Gampong Tambon Tunong, 500 KK, 1500 jiwa. Memiliki 3 titik pengusian di balai pengajian dan musalla. Gampong Paloh Lada, 100 KK, 300 jiwa, 3 titik pengungsian di rumah warga, balai pengajian, dan di depan jualan rujak.

“Kerugian material akibat meluapnya aliran Sungai Krueng Ajo menyebabkan lahan pertanian dan tambak sepanjang jalur Krueng Ajo terendam banjir,” kata Fakhrul, seraya menjelaskan kondisi terkini di daerah tersebut air mulai surut. Dan mengabarkan Kecamatan Nisam banjir terjadi Gampong Barat

Kecamatan Pirak Timu Ketinggian air kurang lebih 30 s/d 50 cm. Gampong yang terendam sebagai berikut, Gampong Rayeuk Pange 154 KK atau 522 Jiwa. Gampong Krueng 36 KK atau 147 Jiwa

Gampong Matang Keh 97 KK atau 587 Jiwa, Gampong Geulumpang 70KK atau 206 Jiwa, Gampong Leupe 97 KK atau 485 jiwa Gampong Asan Krueng Kreh 83KK atau 206 jiwa, Gampong Alue Bungkoh 172 KK atau 682 jiwa, Gampong Munye Tujuh, 239 KK atau 960 jiwa.

Berikutnya, Gampong Ceumecet 142 KK atau 480 jiwa, Gampong Beuracan Rata 82 KK atau 250 jiwa, Gampong Bungong, 87KK atau 285 jiwa, Gampong Trieng Krueng Kreh, .31 KK atau 107 jiwa, Gampong Tanjong Seurikuy 56 KK atau 245 jiwa.

Gampong Reungkam 280 jiwa atau 71 KK, Gampong Keutapang 230 jiwa atau 45 KK, Gampong Teupin U 145 jiwa atau 42 KK, Gampong Pucok Alue 149 jiwa atau 33 KK

“Total jumlah jiwa .4.202 orang dan 1.467 KK di Kecamatan Pirak Timu,” katanya.

Kecamatan Lhoksukon, Selasa (26/12) pukul 11.31. Ada 31 gampong yang tergenang banjir. Kecamatan Tanah Luas, Selasa (26/12) sebanyak 13 gampong,

Kecamatan Langkahan sebanyak 3 gampong, “Selasa (26/12) air.mukai surut. Sisa genangan antara 10 cm hibgga 50 cm. “Sedangkan di Gampong Buket Linteung kondisi air maaih ada di pemukiman ketinggian 50 sampai dengan 120 cm,” kata Fakhrul. Kecamatan Matangkuli sebanyak 23 gampong.

Ditanya kerugian material yang diakibatkan bemcana banjir, Fakhrul memgatakan, jebol tanggul di Gampong Lhok Meurbo Kecamatan Cot Girek. Jebol tanggul Gp. Paya Berandang Kecamatan Tanah Luas.

Selanjutnya, jebol tanggung Tanjong Awe Kecamatan Samudera Jln Leuhong – Mns Meuria Kec Paya Bakong terputus. Ribuan hektar sawah terendam (jumlah dalam pendataan).

Ratusan hektar tambak meluap (jumlah dalam pendataan), fasilitas umum kantor, sarana pendidikan kecamatan Lhoksukon dan Matangkuli terendam. Kemudian Masyarakat tidak dapat melakukan aktivitas ekonomi.

Yang dibutuhkan masyarakat yang terdampak banjir yaitu bahan makanan, air mineral, sarana air bersih, obat-obatan, dan embalut wanita.

Kondisi terkini, kata Fakhrul, debit air sungai masih tinggi, banjir semakin meluas di Kecamatan Lhoksukon dan Tanah Luas sedangkan kecamatan lain, air saat ini beransur surut.

Yang dilakukan personel BPBD di lapangan, siap siaga di pos piket, melakukan koordinasi dan kunjungan ke lokasi dan melakukan evakuasi

Upaya yang dilakukan saat ini, Kalaksa BPBD meminta melalui Camat/Muspika dan perangkat gampong setempat dapat melapor secara kontinu perkembangan dan meminta kepada Tim BPBD yang bertugas terus memantau lokasi banjir

Kemudian, Fakhrurazi melaporkan informasi prakiraan cuaca sesuai konformasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara, cuaca saat ini, cerah berawan, suhu 25°C, kelembaban 60%, kecepatan angin 10 angin selatan. WASPADA.id

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *