AcehHeadlines

140 Anak di Bireuen Diduga Keracunan MBG, Masih Menunggu Hasil Laboratorium

140 Anak di Bireuen Diduga Keracunan MBG, Masih Menunggu Hasil Laboratorium
Sejumlah anak sedang dirawat di Puskesmas Simpang Mamplam, Jumat (27/2). Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

BIREUEN (Waspada.id): Sebanyak 140 anak dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Simpang Mamplam dan Pandrah diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Irwan, menyatakan belum bisa memastikan jenis makanan penyebabnya dan hasil pemeriksaan laboratorium sedang ditunggu di Banda Aceh.

“Kita belum bisa memastikan jenis makanan mana yang keracunan, karena harus kita tunggu hasil labnya terlebih dahulu dan itu sudah kita ambil dan dibawa ke Banda Aceh. Hanya tinggal menunggu hasilnya saja,” ujar dr Irwan pada Jumat (27/2).

Sebanyak 133 korban berasal dari Kecamatan Simpang Mamplam dan 7 orang dari Kecamatan Pandrah. Mereka mendapatkan perawatan di berbagai fasilitas kesehatan:

– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen (11 orang)

– Rumah Sakit Bireuen Medical Center (BMC) (8 orang)

– Rumah Sakit Jeumpa Hospital (4 orang)

– Rumah Sakit Umum Pidie Jaya (1 orang)

– Puskesmas Simpang Mamplam (56 orang)

– Puskesmas Samalanga (23 orang)

– Puskesmas Pandrah (24 orang)

– Puskesmas Jeunib (13 orang)

Dr Irwan menjelaskan bahwa meskipun anak-anak mengalami muntah setelah mengonsumsi bakso, tidak bisa dipastikan bahwa makanan tersebut menjadi penyebab utama. “Akan tetapi yang lebih jelas nanti kita menunggu hasil labnya sajalah. Karena makanannya bukan baksonya saja, tetapi ada beberapa jenis makanan lain,” jelasnya.(id73)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE