SIGLI (Waspada): Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, Hasbalah, Selasa (7/11) menyatakan, seluas 15 hektare sawah yang terendam banjir luapan di Gampong (desa-red) Pulo Mesjid II, Kecamatan Tangse, baru siap panen. “Sawah-sawah yang terendam itu sudah duluan panen. Jadi tidak benar disebut sedang panen, yang benar sudah panen semua sawah-sawah di Tangse” kata Hasbalah.
Lanjut dia, masalahnya banjir luapan disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi di daratan tinggi Tangse, Kabupaten Pidie itu telah menyebabkan sawah-sawah terdampak banjir tertimbun material pasir dan batu yang dibawa oleh banjir kiriman dari gunung dan luapan sungai, sehingga sangat mengancam lahan pertanian warga.

Hasballah menyatakan, dari 15 hektare sawah yang terdampak banjir tersebut tercatat sekira 50 orang petani yang merasakan dampak dari musibah banjir tersebut.
Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, kata dia, sejak Selasa (7/11) pagi telah turun ke lokasi melakukan pemantauan sekaligus mendata kerugian yang terdampak banjir luapan. Secara keseluruhan para petani mengalami kerugian sangat besar, karena mereka tidak bisa mengolah sawah, sekarang karena masih tertimbun material pasir dan bebatuan.
Farhan, 34, salah warga Tangse menuturkan, lahan sawahnya sebagian terkubur pasir dan batu. Intensitas hujan yang turun hampir setiap hari membuat aliran Sungai Krueng Meriam meluap. Volume banjir yang besar membawa material sampai ke atas, sehingga mengubur lahannya. (b06).
Baca juga: