IDI (Waspada): Berdasarkan data yang diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, banjir masih merendam 156 unit rumah yang tersebar di sejumlah desa dalam Kecamatan Pante Bidari dan Rantau Selamat, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (21/12).

Akibatnya, aktivitas penduduk lumpuh total. Bahkan sebagian warga yang sedang bercocok tanam di sawah dan kebun harus menunda dan menunggu banjir surut. “Mudah-mudahan banjirnya cepat surut, sehingga aktivitas warga kembali normal,” ujar Syafari MA, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pante Bidari.
Dia mengaku telah melaporkan perihal bencana banjir yang melanda Gampong Pante Labu di Pante Bidari ke pihak kecamatan. Bahkan pejabat terkait juga telah meneruskannya ke BPBD Aceh Timur dan Dinas Sosial Aceh Timur. “Sampai saat ini belum ada pengungsi, tapi warga tidak bisa beraktifitas setelah banjir mengepung desa itu,” ujar Syafari.
Rumah yang terendam banjir di Kecamatan Rantau Selamat meliputi Gampong Alue Kaol (74 KK atau 211 jiwa), Gampong Alue Punti (43 KK). Selanjutnya di Kecamatan Pante Pante Bidari meliputi Gampong Pante Labu (40 KK).
Kepala BPBD Aceh Timur, Ashadi, SE, MM, kepada Waspada, membenarkan adanya banjir di beberapa desa dalam wilayahnya, namun sebagian sudah mulai surut. “Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan hingga mengakibatkan terjadinya luapan sungai di desa,” katanya.
Kondisi terakhir di sejumlah desa, Ashadi menyebutkan sudah berangsur surut di Gampong Alue Kaol (Rantau Selamat). Tetapi, untuk banjir yang melanda Gampong Pante Labu (Pante Bidari) ketinggian air bertambah, bahkan rumah warga mulai digenangi banjir luapan sungai,” tutur Ashadi, seraya menyebutkan, ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa.
Selain banjir, pihak desa melalui unsur kecamatan juga melaporkan adanya tanah longsor yang menutupi badan jalan di Gampong Peutow, Kecamatan Birem Bayeun. “Akibat tertutupnya badan jalan dengan ketinggian 1,5 meter, telah berdampak terhadap putusnya hubungan darat antar desa ke pusat ibukota kecamatan,” ujar Ashadi.
Mendapat informasi BMKG terkait keadaan cuaca yang masih mendung tebal dan berpotensi terjadinya hujan, Ashadi mengingatkan agar warga yang mendiami sepanjang pinggiran sungai untuk tetap waspada. “Jika air sungai mulai mengalami peningkatan, maka segera mencari tempat yang aman, termasuk menjaga anak-anak usia SD – SMP tidak bermain di sungai, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” demikian Ashadi. (b11).