PIDIE JAYA (Waspada.id): Pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya telah rampung. Sebanyak 162 unit Huntara yang dibangun Danantara melalui PT Brantas Abipraya dan PT Wijaya Karya kini dinyatakan siap dihuni.
Koordinator Pelaksana Pembangunan Rumah Hunian Danantara Kabupaten Pidie Jaya, Yusril Amri, mengatakan progres pembangunan secara fisik telah mencapai 100 persen. Saat ini, pengerjaan hanya menyisakan tahap perapian serta pengisian perlengkapan hunian.
“Secara fisik sudah 100 persen. Sekarang tinggal pengisian hunian seperti tempat tidur, lemari, dan kelengkapan lainnya. Jadi bisa kita katakan ini sudah siap dihuni dan rampung per hari ini,” ujar Yusril saat dihubungi Waspada.id, Sabtu (17/1/2026).
Huntara tersebut dibangun di kawasan Kompleks Posko Media Center Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Bangunan terbagi di dua sisi, yakni sisi utara dan selatan, yang terdiri atas delapan blok. Enam blok berada di sisi selatan dan dua blok di sisi utara kawasan.
Berdasarkan laporan yang diterima, setiap unit Huntara memiliki ukuran kamar sekitar 4,5 x 4,5 meter. Setiap unit dilengkapi dua tempat tidur lengkap dengan kasur, sprei, serta lemari plastik. Akses listrik telah tersambung di seluruh unit, dan jaringan WiFi juga sudah tersedia.
Selain hunian, berbagai fasilitas umum turut dibangun untuk menunjang kenyamanan penghuni. Di setiap blok tersedia dua dapur umum, toilet serta tempat cuci yang terpisah antara laki-laki dan perempuan, hingga arena bermain anak.
Kawasan Huntara ini juga dilengkapi lapangan futsal mini, taman dengan lanskap hijau, serta ruang serbaguna yang dapat difungsikan sebagai klinik, musala, maupun aula kecil sesuai kebutuhan warga.
Yusril menjelaskan, seluruh proses pembangunan diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 10 hari, terhitung sejak 5 Januari 2026. Pengerjaan melibatkan hampir 400 pekerja.

“Meski sempat terkendala pengiriman material dari Medan akibat antrean di jembatan, Alhamdulillah selama 10 hari pengerjaan berjalan lancar dan selamat,” katanya.
Selanjutnya, Huntara tersebut akan diserahkan oleh Danantara kepada Bupati Pidie Jaya. Pengaturan serta penentuan penghuni akan dilakukan oleh pemerintah daerah sesuai tingkat kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Namun, Yusril belum dapat memastikan waktu penyerahan secara rinci.
Dengan rampungnya pembangunan Huntara ini, diharapkan warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya dapat segera menempati hunian sementara yang layak dan nyaman, sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
Sebagai informasi, sebelumnya Danantara Indonesia telah menyerahkan 600 unit Rumah Hunian Danantara kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang pada 8 Januari 2025. Secara keseluruhan, Danantara menargetkan pembangunan 1.400 hingga 15.000 unit Huntara di tiga wilayah Sumatera yang terdampak bencana, termasuk Aceh.
“Kabupaten Pidie Jaya sendiri ditargetkan akan dibangun 400 unit Huntara. Namun saat ini pemerintah daerah baru mampu menyediakan lahan untuk 162 unit terlebih dahulu. Pembangunan lanjutan akan dilakukan setelah lahan tambahan tersedia,” ujar Yusril. (Hulwa)










