Aceh

17 Pejabat Strategis Dilantik, Abdya Kirim Sinyal Kuat Reformasi Birokrasi

17 Pejabat Strategis Dilantik, Abdya Kirim Sinyal Kuat Reformasi Birokrasi
Wabup Abdya Zaman Akli, melantik dan mengambil sumpah 17 pejabat adminisatrator dan pengawas, dalam lingkungan Pemkab Abdya, Rabu (4/3).Waspada.id/Syafrizal 
Kecil Besar
14px

BLANGPIDIE (Waspada.id): Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menegaskan komitmennya terhadap reformasi birokrasi, melalui pelantikan dan pengambilan sumpah 17 pejabat administrator dan pengawas, dalam seremoni khidmat di lobi Kantor Bupati Abdya, Rabu (4/3).

Pelantikan yang merujuk pada Surat Keputusan Bupati Nomor 185 Tahun 2026 tertanggal 3 Maret 2026 itu dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli, atas nama Bupati Abdya, Safaruddin.

Hadir dalam acara tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala perangkat daerah, serta jajaran pejabat struktural di lingkungan Pemkab Abdya. Prosesi berlangsung tertib dan sarat makna, diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan keputusan, pengambilan sumpah jabatan, hingga penandatanganan berita acara pelantikan.

Atmosfer ruang lobi yang biasanya menjadi ruang administrasi, siang itu berubah menjadi panggung konsolidasi birokrasi, tempat lahirnya komitmen baru bagi tata kelola pemerintahan Abdya.

Sebanyak 17 pejabat yang dilantik mengisi posisi kunci, pada sejumlah organisasi perangkat daerah, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Pendidikan Dayah, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, hingga RSUD Teungku Peukan.

Rotasi ini dipandang sebagai langkah strategis, untuk mempercepat eksekusi program prioritas daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat akuntabilitas pemerintahan.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Zaman Akli menegaskan, jabatan bukan sekadar promosi struktural, melainkan amanah besar yang melekat tanggung jawab moral dan hukum.

“Sumpah yang saudara ucapkan hari ini bukan hanya di hadapan pimpinan dan tamu undangan, tetapi di hadapan Allah SWT. Jabatan adalah amanah. Ia bukan hadiah, bukan pula ruang kenyamanan. Ia adalah ruang pengabdian,” tegasnya.

Ia meminta para pejabat yang baru dilantik untuk segera bekerja cepat dan adaptif, terhadap tantangan birokrasi modern. “Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, transparan dan profesional. Bangun sinergi, hindari sekat-sekat sektoral dan jadikan kinerja sebagai bahasa utama,” ujar Zaman Akli.

Dalam nada yang lebih tegas, Wabup juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan disiplin, terutama dalam pengelolaan anggaran dan pelayanan publik. “Saya tidak ingin ada praktik yang mencederai kepercayaan rakyat. Bekerjalah sesuai aturan. Jika saudara tidak siap bekerja jujur dan profesional, maka jabatan ini tidak akan bertahan lama,” katanya lugas.

Menurutnya, dinamika mutasi dan promosi, merupakan bagian dari sistem pembinaan karier ASN, sekaligus mekanisme penyegaran organisasi, agar tetap responsif dan produktif.

Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi pemerintahan Abdya di awal Ramadan 1447 Hijriah, sebuah pesan simbolik bahwa pembenahan birokrasi berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai spiritual dan etika pelayanan.

Dengan komposisi pejabat baru di sejumlah posisi strategis, Pemkab Abdya mengirimkan sinyal kuat, bahwa percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas layanan publik, menjadi agenda utama tahun 2026.(id82)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE