BANDA ACEH (Waspada.id): Sedikitnya 3.706 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mendapatkan kebijakan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) setelah dinyatakan terdampak bencana alam banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sepanjang 2025.
Kebijakan ini menjadi bentuk nyata solidaritas kampus dalam menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah situasi darurat. Pemberian keringanan UKT tersebut didasarkan pada proses pendataan dan verifikasi ketat yang dilakukan USK sejak 28 November 2025.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh mahasiswa yang terdampak langsung. Berdasarkan hasil verifikasi, tercatat 1.099 mahasiswa terdampak berat, 1.350 kategori sedang, 1.263 kategori ringan, serta 5 mahasiswa yang orang tuanya meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, kepada Waspada.id, Kamis *29/1/2026) menyatakan universitas memberikan perhatian khusus bagi mahasiswa yang kehilangan orang tua.
“Insya Allah, mahasiswa yang orang tuanya meninggal dunia akibat bencana kami gratiskan UKT-nya hingga lulus sarjana,” ujar Prof. Marwan.
Ia menjelaskan, kebijakan ini akan dituangkan secara resmi dalam Surat Keputusan (SK) Rektor sebagai dasar hukum pelaksanaannya. Menurutnya, langkah ini merupakan wujud empati institusi agar pendidikan mahasiswa tidak terhenti akibat tekanan ekonomi pascabencana.
Adapun skema keringanan UKT diberikan secara proporsional. Mahasiswa kategori terdampak berat memperoleh pembebasan UKT selama satu semester, sementara mahasiswa kategori ringan dan sedang mendapat keringanan sebesar 50 persen pada semester berjalan.
“Kebijakan ini kami ambil dengan pertimbangan kemanusiaan dan keadilan,” kata Prof. Marwan. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga mahasiswa sekaligus menjaga semangat belajar tetap menyala.
“Pendidikan harus terus berjalan. Dengan empati dan kebersamaan, kita akan bangkit dari situasi sulit ini,” demikian Marwan.(id64)











