PIDIE (Waspada.id): Banjir yang melanda Kecamatan Peukan Baro kian meluas. Dari total gampong di wilayah tersebut, 48 gampong tercatat terdampak dengan tingkat keparahan berbeda.
Di tengah situasi darurat ini, pelayanan administrasi pemerintahan tetap berjalan melalui layanan lapangan yang digagas Camat Peukan Baro, Iswadi, S.HI.
Amatan Waspada.id, Sabtu (29/11), genangan banjir tidak hanya memutus akses dan menghambat aktivitas warga, tetapi juga memicu sebagian gampong mengalami dampak berat. Empat gampong, Lueng Mesjid Bambi, Tengoh Baroh Bambi, Blang Raya Bambi, dan Meuleuweuk, masuk kategori terdampak paling parah.
Rumah warga terendam, sebagian fasilitas umum lumpuh, dan akses jalan terputus. Sementara itu, enam gampong lainnya mengalami dampak sedang, seperti Dayah Bubue, Sialet Alet, Jurong Krueng Seumideun, Krueng Seumideun, Raya Krueng Seumideun, dan Rambayan Lueng. Arus banjir di wilayah ini masih cukup kuat meski tidak setinggi daerah yang mengalami dampak berat.
Kondisi terburuk dialami dua gampong, yakni Lueng Mesjid Bambi dan Meuleuweuk, tempat sebagian warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tak lagi aman dihuni.
Di tengah tekanan bencana ini, pemerintahan kecamatan bergerak cepat. Camat Peukan Baro, Iswadi, turun langsung ke titik-titik banjir, menghadirkan pelayanan administrasi di lokasi warga mengungsi maupun di gampong yang aksesnya terputus.

Dengan memanfaatkan kap mobil dinas sebagai meja kerja darurat, Camat menandatangani berbagai dokumen administrasi warga, mulai dari akta kelahiran hingga surat-surat penting lain. Pelayanan keliling ini menjadi satu-satunya akses bagi warga yang tidak bisa menuju kantor kecamatan.
“Kami ingin memastikan warga tetap mendapat pelayanan cepat dan profesional meski banjir melanda hampir seluruh gampong,” ujar Camat Iswadi di sela kunjungannya.
Pelayanan lapangan itu disambut antusias masyarakat. Banyak warga yang mengatakan langkah tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di tengah mereka.
“Kalau harus ke kantor, mustahil. Jalan tergenang dalam. Dengan cara ini kami terbantu sekali,” ujar Irmawati, warga setempat.
Tidak hanya memberikan pelayanan administrasi, tim kecamatan juga melakukan pendataan warga terdampak, menyalurkan bantuan, serta berkoordinasi dengan aparatur gampong untuk mempercepat penanganan di wilayah masing-masing.
Foto Camat menandatangani dokumen di atas kap mobil sempat beredar di kalangan warga, menjadi simbol bahwa pelayanan publik di Peukan Baro tidak berhenti meski 48 gampong sedang berjibaku melawan banjir.
Dengan situasi banjir yang masih berlangsung, pemerintah kecamatan menegaskan kesiapannya untuk terus hadir di lapangan dan memastikan warga di 48 gampong tetap mendapat bantuan, pelayanan, serta pendampingan yang dibutuhkan. (id69)












