ACEH UTARA (Waspada.id): Total luas lahan sawah rusak di Provinsi Aceh disebabkan banjir bandang 54.233 Ha. Rehabilitasi kerusakan lahan sawah tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Dan, kegiatan rehabilitasi mulai dikerjakan pada Januari hingga Februari 2026 dengan skema padat karya.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, pada saat meninjau lokasi rehabilitasi persawahan dengan ditandai Ground Breaking di Pinto Makmu, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Kamis (15/1/2026).
Untuk tahap pertama, kata Amran, pihaknya melakukan rehabilitasi untuk lahan sawah rusak ringan dan sedang, baru kemudian dilanjutkan rehabilitasi pada lahan rusak berat.
Ditanya mengapa kegiatan rehabilitasi lahan sawah rusak dikerjakan dengan pola padat karya, Amran menyebutkan, skema ini sengaja digunakan agar para petani yang terdampak tetap memiliki sumber penghasilan selama proses pemulihan berlangsung.

“Masyarakat yang punya sawah memperbaiki sawahnya sendiri dan upahnya dibayar oleh pemerintah pusat. Kegiatan ini mulai dilaksanakan dari Januari hingga Februari 2026. 54.233 Ha sawah rusak tersebut tersebar di 21 kabupaten/kota” kata Amran Sulaiman.
Dari 54.233 Ha lahan sawah yang rusak di Provinsi Aceh, yang berkategori rusak ringan seluas 32.652 Ha.
Khusus di Kabupaten Aceh Utara, total kerusakan ringan dan sedang tercatat seluas 8.237 hektare, dengan rincian kerusakan ringan 5.950 Ha dan kerusakan sedang 2.287 Ha.
Menteri Pertanian, Dr Andi Amran Sulaiman melaksanakan kegiatan Ground Breaking di Pinto Makmu, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara ditemani oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto.
Selanjutnya, Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr H Bima Arya, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dan Anggota DPR RI asal Aceh, TA Khalid.
Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil memyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan Ketua Komisi IV DPR RI,Titiek Soeharto yang telah bersedia membantu revitalisasi sawah.
Usai kegiatan Ground Breaking, Amran Sulaiman dan Titiek Soeharto menyerahkan bantuan Alsintan, pertenakan, benih unggul, pestisida, obat-obatan, pupuk dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk petani yang terdampak bencana banjir, mengingat sektor pertanian, peternakan dan perikanan merupakan mata pencaharian utama warga setempat. (id70)










