7 Km Jalan Induk Di Idi Cut Butuh Perhatian Pemerintah

- Aceh
  • Bagikan
7 Km Jalan Induk Di Idi Cut Butuh Perhatian Pemerintah
RUSAK PARAH: Pengendara sepedamotor mengelak jalan rusak di Desa Alue Merbo Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur. Foto Rabu (28/2). Waspada/H Muhammad Ishak

IDI (Waspada): Jalan penghubung antara sejumlah desa dengan pusat ibukota Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, mengalami rusak parah. Beberapa titik bahkan tergenang air hingga menyerupai kubangan kerbau.

Sebagian warga nekat menerobos ‘kubangan kerbau’ di tengah badan jalan, karena tidak ada pilihan lain ketika hendak menurunkan hasil pertanian ke pasar, seperti pisang, kakau, karet dan berbagai jenis palawija lainnya, termasuk sayur-saruran dan buah-buahan. Namun sebagian warga lainnya seperti petani Seuneubok Simpang, memilih untuk berbelanja dan menurunkan hasil pertanian ke kecamatan tetangga, baik ke Banda Alam atau ke Idi Tunong.

“Bertahun-tahun jalan penghubung sejumlah desa dengan ibukota kecamatan rusak, mulai dari Gampong Keude hingga ke Seuneubok Simpang. Bahkan kondisi jalan di dua desa sangat kritis yakni Alue Merbo dan Meunasah Keutapang,” kata Matlain Jabri, tokoh masyarakat Darul Aman di Idi Cut, Minggu (3/3).

Kerusakan parah terjadi mulai Desa Buket Rumia, Alue Merbo dan Meunasah Keutapang. Selebihnya kerusakan terjadi di Desa Trieng Gadeng, Buket Kulam, Blang Buket. Jarak tempuh jalan yang rusak ini keseluruhan mencapai tujuh kilometer. Padahal, disaat jalan ini dalam kondisi baik, maka masyarakat bisa menempuh antara 10-15 menit dari Gampong Seuneubok Simpang (desa paling ujung–red) ke Pusat Ibukota Kecamatan Darul Aman,” kata Matlain.

Selama terjadi kerusakan, warga yag menggunakan kendaraan roda dua harus menempuh perjalanan darat dengan durasi 30-40 menit, sehingga diharapkan pemerintah tidak tutup mata untuk Darul Aman. “Selain jalan induk di jalur tengah, beberapa jalan induk lainnya juga terjadi kerusakan, seperti Jalan Dama Pulo tembus Alue Dalam dan Bagok Panah tembus Kumuning,” kata Matlain Jabri.

Sebagaimana diketahui, jalan induk tersebut juga menjadi penghubung antara Kecamatan Darul Aman dengan Banda Alam. Bukan hanya pekebun dan petani, namun Matlain menyebutkan, jalan tersebut menjadi kebutuhan pelajar dan santri dalam menimba ilmu pengetahuan, baik jenjang SD, SMP dan SMA sederajat. “Kita berharap para wakil rakyat khususnya anggota DPRK asal Darul Aman untuk memperjuangkan aspirasi ini, karena pembangunan jalan menjadi kebutuhan masyarakat,” pungkas Matlain Jabri.

Sementara Camat Darul Aman, Azani SE, dikonfirmasi Waspada terpisah membenarkan jalan induk penghubung sejumlah desa menuju ibukota kecamatan dalam kondisi rusak, namun kerusakan terparah terjadi di dua desa yakni Desa Alue Merbo dan Meunasah Keutapang. “Kita sudah usulkan dalam musrenbang. Jika kondisi keuangan memadai, maka tentu segera dibangun dengan APBK,” kata Azani, seraya berharap lahir sumber APBA untuk pembangunan jalan di kecamatan ini yang memiliki 45 desa. (b11)

  • Bagikan