TIM gabungan dari BPBD dan TNI/Polri mengevakuasi warga korban banjir di wilayah Trumon Raya ke tempat pengungsian menggunakan perahu karet, Sabtu (29/11/2025). Waspada.id/Hendrik
TAPAKTUAN (Waspada.id) : Sebanyak 752 jiwa dari tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan masing-masing Trumon Timur, Trumon Tengah dan Trumon, terpaksa dievakuasi ke tempat pengungsian untuk menghindari jatuh korban jiwa dampak terjangan banjir.
Warga korban banjir tersebut dievakuasi mulai Sabtu (29/11) dan ditampung di tempat pengungsian sementara di Kompi 1 Batalyon Pelopor Sat Brimob Trumon Tengah sebanyak 147 KK atau 534 jiwa, Kantor Camat Lama Ladang Rimba sebanyak 19 KK atau 72 jiwa, Kantor Camat Trumon Dalam sebanyak 33 KK atau 110 jiwa dan di Seuneubok Pusaka Dusun Blok B sebanyak 8 KK atau 36 jiwa.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Selatan, H. Zainal, mengatakan, para warga korban banjir yang telah di evakuasi ke tempat pengungsian tersebut berasal dari Gampong Lhok Raya, Cot Bayu dan Ladang Rimba Kecamatan Trumon Tengah.
Kemudian dari Gampong Ujong Tanoh, Teupin Tinggi, Padang Harapan, Seunebok Jaya, Raket, Padang dan Tengoh Kecamatan Trumon. Terakhir dari Gampong Titi Poben dan Seunebok Pusaka Kecamatan Trumon Timur.

Berdasarkan update terbaru, ribuan jiwa terdampak di tiga kecamatan, Trumon Tengah, Trumon, dan Trumon Timur. Sejumlah gampong mengalami isolasi total akibat akses jalan terputus dan jembatan ambruk.
Kalak BPBD Aceh Selatan, H. Zainal, mengatakan tim gabungan masih melakukan evakuasi lanjutan dan distribusi logistik ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.
“Kondisi di lapangan masih dinamis. Ada desa yang terendam banjir, ada pula yang terisolir karena badan jalan terkikis dan jembatan putus. Kami memprioritaskan keselamatan warga serta memastikan bantuan dapat menjangkau titik-titik terparah,” ujarnya.
Data sementara menunjukkan beberapa gampong dengan jumlah terdampak tertinggi antara lain, Lhok Raya: 147 KK, 533 jiwa (banjir), Ujong Tanoh: 90 KK, 303 jiwa (banjir), Padang Harapan: 104 KK, 362 jiwa (banjir) dan Seuneubok Pusaka: 173 KK, 516 jiwa (banjir).
Sementara itu, sejumlah gampong di Kemukiman Buloh Sema Trumon mengalami isolasi karena akses utama tidak dapat dilalui , Raket: 85 KK terisolir, Padang: 183 KK terisolir dan Teungoh: 45 KK terisolir
Banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk badan jalan tergerus serta dua jembatan putus di wilayah Trumon yang menjadi jalur vital penghubung lintas desa.
H. Zainal menjelaskan bahwa medan yang sulit membuat petugas harus memakai perahu dan alat khusus untuk mencapai desa-desa yang terisolir.
“Kami sudah mendirikan posko darurat dan mengaktifkan dapur umum. Distribusi bantuan terus dilakukan, termasuk untuk warga yang tidak dapat keluar dari desanya,” ungkap Zainal.
Kalak BPBD Aceh Selatan, Zainal, menyampaikan bahwa proses evakuasi dan pendataan masih terus dilakukan karena beberapa wilayah terdampak masih sulit dijangkau.
Tim gabungan terdiri atas BPBD, TNI, Polri, relawan, serta perangkat kecamatan terus melakukan penyisiran di lapangan.
”Kami memastikan tidak ada warga yang terabaikan. Seluruh personel tetap siaga sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.
”Para pengungsi telah menerima bantuan berupa makanan siap saji, selimut, air bersih, serta layanan kesehatan dari tenaga medis yang bersiaga di setiap titik,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis, saat meninjau pengungsi di Posko Pengungsian utama di Kecamatan Trumon, Sabtu (29/11/2025), menyatakan kedatangannya bertujuan untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Lae Soraya dalam kondisi tertangani dengan baik sekaligus meninjau kesiapan pelayanan logistik, kesehatan, dan fasilitas pengungsian.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati turut didampingi Kalak BPBD Aceh Selatan, Zainal, Camat Trumon, serta Kabid Damkar BPBD Aceh Selatan.
Tampak juga hadir bersama rombongan, Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N Lubis, S.Sos, yang sebelumnya telah mengerahkan personel TNI untuk membantu proses evakuasi dan pembukaan akses yang terdampak banjir.
Wakil Bupati Baital Mukadis menyampaikan rasa prihatin sekaligus dukungan moral bagi masyarakat yang terdampak musibah ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian dan bantuan hingga kondisi benar-benar pulih.
”Kami memastikan seluruh kebutuhan masyarakat baik logistik, tenda, air bersih, fasilitas kesehatan, maupun keamanan terpenuhi. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus bekerja maksimal agar penanganan darurat ini berjalan optimal,” ujarnya. (id85)












