Abdya Peringkat 20 MTQ Provinsi, Dewan Prihatin

- Aceh
  • Bagikan
Julinardi, anggota DPRK Abdya dari Partai Hanura. Senin (4/12).Waspada/Syafrizal
Julinardi, anggota DPRK Abdya dari Partai Hanura. Senin (4/12).Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK), Aceh Barat Daya (Abdya), sangat menyesalkan dan prihatin, dengan capaian prestasi yang ditoreh kafilah Abdya, dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-35 Tingkat Provinsi Aceh, di Kabupaten Simeulue.

Kafilah Abdya hanya berhasil berada di urutan ke 20, dari 23 Kabupaten/Kota, yang berkompetisi dalam ajang penghelatan akbar MTQ ke 35 tingkat Provinsi tersebut. “Sangat mengecewakan. Namun bagaimanapun, para kafilah kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Semoga saja kedepan nanti akan mendapatkan torehan yang lebih baik lagi,” harap Julinardi, anggota DPRK Abdya dari Partai Hanura.

Julinardi juga menyoroti terkait anggaran MTQ, yang dinilai belum memadai untuk kafilah Abdya. Di mana katanya, dari 22 cabang yang diperlombakan, hanya 6 cabang yang diikuti kafilah Abdya. “Patut kita pertanyakan mengapa demikian, kita tidak menyalahkan siapa di balik kondisi MTQ Abdya seperti ini. Akan tetapi ke depan perlu dicari solusinya,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya berharap Pemkab Abdya dapat memberikan perhatian khusus, demi kemajuan MTQ Abdya nantinya. Ke depan pada tahun 2025 mendatang, mesti dianggarkan pelaksanaan MTQ mulai tingkat kecamatan hingga kabupaten, supaya lebih terseleksi para peserta yang diikutsertakan dalam event MTQ, baik tingkat provinsi maupun nasional. “Hilangkan ego sektoral kita. Akuilah kemampuan orang lain, supaya peserta yang diseleksi benar-benar mempunyai kecakapan yang mumpuni,” tegasnya.

Julinardi mengakui, kondisi raihan prestasi MTQ Abdya yang berada pada posisi ke 20, sangat miris. Persoalan ini katanya, harus menjadi tanggung jawab bersama. “Kita tidak menyalahkan pemerintah, namun upaya ini perlu kita sadari bersama, bahwa anggaran yang diperkirakan lebih kurang Rp600 juta dalam tahun ini tidak sia-sia,” harapnya.

Seperti diketahui, ajang penghelatan akbar tahunan itu, berlangsung di Kabupaten Simeulue. MTQ ke-35 itu telah berlangsung sejak tanggal 26 November, hingga penutupan 2 Desember 2023.

Telah diumumkan, Kota Banda Aceh memperoleh juara pertama, disusul Kabupaten Aceh Besar, Aceh Selatan, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Utara, Simeulue, Pidie, Aceh Timur, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Barat, Pidie Jaya, Kota Sabang, Lhokseumawe, Biner Meuriah, Aceh Singkil, Aceh Jaya, Bireuen, Subulussalam, Abdya, Gayo Lues, Aceh Tenggara dan terakhir Aceh Tamiang.(b21)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *