Abuya Syeikh H Amran Waly Al Khalidi Resmikan Masjid Pusaka Abdya

- Aceh
  • Bagikan
Abuya Syeikh H Amran Waly Al Khalidi Resmikan Masjid Pusaka Abdya

Ketua Panitia Peresmian Masjid Pusaka Babah Lhok, Kecamatan Blangpidie, Abdya Andry S.PdI M.Si, saat memberi laporan dalam kegiatan peresmian. Selasa (5/3).Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Ulama sufi pencetus Majelis Pengkajian Tauhid Tasawwud-Indonesia (MPTT-I), Abuya Syeikh H Amran Waly Al Khalidi, Selasa (5/3), meresmikan penggunaan Masjid Jamik Pusaka, di Desa Baharu, Kecamatan Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya).

Hadir dalam kegiatan peresmian Masjid yang berada di lintas jalan nasional Blangpidie-Tapak Tuan hari itu, Abuya Syeikh H Amran Waly Al Khalidi, yang juga merupakan pimpinan Ponpes Darul Ihsan, Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan, para sesepuh MPTT-I, para aparatur desa dalam Kemukhiman Babah Lhok, Kecamatan Blangpidie, serta ratusan warga dari sejumlah desa dalam Kemukhiman Babah Lhok.

Dalam wejangannya sebelum memotong pita tanda peresmian, Abuya Amran mengatakan, meskipun pembangunan Masjid Pusaka tersebut baru kisaran 75 persen, namun masjid tersebut sudah dapat dipergunakan. “Gunakan masjid ini sebaik-baiknya. Apalagi dalam beberapa hari kedepan, kita akan menyambut bulan suci Ramadhan. Makmurkan masjid ini, sesuai sunnah Rasulullah SAW,” harap Abuya.
Dalam kesempatan itu, Abuya Amran juga mendoakan proses pembangunan Masjid Pusaka kebanggaan masyarakat tersebut, dapat diselesaikan pembangunannya dalam waktu dekat. Dengan harapan, dalam melaksanakan ibadah, masyarakat tidak lagi terkendala dengan proses pembangunannya. “Kami doakan semoga proses pembangunan masjid ini segera terselesaikan, juga dapat digunakan semaksimal mungkin dalam beribadah,” harap Abuya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Jamik Pusaka Kemukiman Babah Lhok, Andri Novidar SpDI M.Si menguraikan, Masjid Jamik Pusaka sudah berdiri permanen sejak tahun 70-an. Jauh sebelum itu, bangunan masjid pusaka ini berbahan kayu.

Dengan umur Masjid yang sudah mencapai puluhan tahun itu, masyarakat setempat berinisiatif untuk merenovasi kembali bangunan tersebut, agar lebih lebar dan lebih tinggi dari jalan nasional lintas sumatera. “Awalnya bangunan masjid ini terlalu rendah dengan jalan. Maka dari itu, kami sepakat untuk meninggikan bangunan mesjid dari jalan nasional,” katanya.

Ketua Andry berharap kepada seluruh masyarakat, baik di daerah maupun di luar daerah, agar sudi kiranya membantu proses pembangunan masjid ini tuntas sebagaimana yang diharapkan. “Luas masjid kita 18×21 meter persegi dengan menghabiskan dana kisaran Rp 6,5 miliar. Saat ini kita butuh dana kisaran Rp 2,5 miliar lagi, untuk menyelesaikan bangunan masjid yang sangat kita cintai ini, ” urainya.

Pihaknya sangat berharap, ada donatur yang bersedia membantu. Meski secara swadaya masyarakat juga telah banyak membantu, termasuk anggota DPR Aceh dan Pemkab Abdya. “Insya Allah, dalam tahun ini kita juga akan memperoleh bantuan dari salah seorang anggota DPRK Abdya,” pungkasnya.(b21).

  • Bagikan