Aceh Besar Punya Potensi Besar Pengembangan Sektor Ekonomi

  • Bagikan
Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto didampingi Asisten I Sekdakab Farhan AP dan para OPD Pemkab Aceh Besar menerima kunjungan silaturrahmi dan koordinasi Kepala BI Perwakilan Aceh Rony Widijarto P, di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (20/2). (Waspada/Ist)
Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto didampingi Asisten I Sekdakab Farhan AP dan para OPD Pemkab Aceh Besar menerima kunjungan silaturrahmi dan koordinasi Kepala BI Perwakilan Aceh Rony Widijarto P, di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (20/2). (Waspada/Ist)

KOTA JANTHO (Waspada): Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto mengajak Bank Indonesia untuk turut andil dalam upaya mengembangkan sektor ekonomi di Aceh Besar, dengan fokus pengembangan beberapa sektor, terutama sektor UMKM yang jelas jelas menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Hal itu disampaikan Pj Bupati Aceh Besar, saat menerima kunjungan Kepala BI Perwakilan Aceh Rony Widijarto P, yang turut didampingi kepala Tim Implementasi Kekda Lenny Novita beserta UMKM BI Agus Ramadhan dan manajer Syafiqar Nabil, di Meuligoe Bupati Aceh Besar di Kota Jantho, Selasa (20/2).

Menurut Iswanto, potensi pengembangan ekonomi yang bermuara pada kesejahteraan rakyat Aceh Besar di lini UMKM terhitung luas, diantaranya pengembangan ekonomi kreatif sentra batik di Kuta Malaka, kerajinan gerabah, budidaya bibit sapi Aceh lokal, hingga revitalisasi pasar hewan Sibreh, Kecamatan Suka Makmur, pasar hewan Cot Irie, Kecamatan Krueng Barona Jaya dan pasar hewan Seulimuem.

Aceh Besar Punya Potensi Besar Pengembangan Sektor Ekonomi

Semua hal di atas, terangnya, adalah aktifitas yang bermuara pada meningkatnya geliat ekonomi kerakyatan, yang juga termasuk pengadaan instalasi pompa air untuk penunjang peningkatan hasil pertanian di wilayah Kecamatan Kota Jantho, Kuta Cot Glie, hingga Kecamatan Seulimuem, sebagian besar areal usaha taninya belum memiliki irigasi teknis. Sehingga produk usaha tani sangat tergantung dengan cuaca, yang justru kini sering mengalami anomali.

“Intinya, Aceh Besar punya potensi yang besar dalam upaya pengembangan sektor ekonomi, kita telah bicara dengan Bank Indonesia Perwakilan Aceh, diantaranya terkait upaya pengembangan batik, revitalisasi pasar hewan hingga peningkatan sektor produksi gabah dengan pompanisasi,” ujar Iswanto.

Dalam pertemuan tersebut, Iswanto juga mengungkapkan beberapa upaya yang terus dilakukan Pemkab Aceh Besar dalam rangka pertumbuhan ekonomi, melalui perluasan akses layanan perbankan dan penguatan ekonomi masyarakat. “Pengendalian Inflasi juga terus dilakukan dengan pelaksanaan pasar murah di 30 titik, yang saat ini ditargetkan terealisasi dalam kesempatan pertama di delapan lokasi,” sebutnya.

Lebih lanjut Iswanto mengatakan, dalam rangka mendukung cadangan pangan nasional dan saat menghadapi Ramadhan tahun ini, Aceh Besar mempersiapkan cadangan pangan berupa beras, sebagai bentuk kesiagaan dan konsistensi ketersediaan pangan. “Saat ini kita Aceh Besar terus mempersiapkan cadangan pangan berupa beras untuk menghadapi bulan Ramadhan dan hari besar keagamaan lainnya,” ujarnya.

Disampaikan juga kepada Kepala BI Perwakilan Aceh, bahwa untuk kesiapan Aceh sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, dimana wilayah Aceh Besar nantinya akan juga menjadi tuan rumah tempat atau venue pertandingan sejumlah cabang olahraga bersama kabupaten dan kota lainnya di Aceh. Untuk itu, di lokasi tersebut dibutuhkan pelayanan perbankan dan juga membutuhkan kontainer sampah di lokasi-lokasi pertandingan dan juga di kawasan destinasi wisata.

“Tentunya Perbankan (BSI) mendukung ketersediaan layanan pembayaran di lokasi-lokasi penyelenggaraan PON dan di lokasi wisata,” pungkas Iswanto.

Kepala BI Perwakilan Aceh Rony Widijarto P pada kesempatan itu mengapresiasi Pemerintah Aceh Besar yang mendukung pengendalian inflasi daerah, sehingga terjaganya inflasi Aceh dengan pertumbuhan ekonomi yang masih cukup baik. “Tentu kami sangat menghargai apa yang telah dilakukan Bapak Pj Bupati Muhammad Iswanto beserta jajaran, sehingga inflasi di Aceh dihadang dengan pertumbuhan ekonomi yang masih cukup baik,” imbuhnya.

Ia juga menekankan terkait tantangan nasional dalam ketersediaan beras perlu di antisipasi. Aceh sebagai bagian dari 10 besar provinsi dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia, perlu menjaga keberlangsungan dan peningkatan produksi. “Kita minta bantu agar Aceh Besar yang memiliki lahan pertanian yang masih luas agar terus dijaga keberlanjutannya dan ini juga untuk terjaganya cadangan pangan kita,” harapnya.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Asisten 1 Sekdakab Aceh Besar Farhan AP, Kadis Pangan Alyadi SPi MM, Kepala DPMPTSP Agus Husni SP, Plt Kadiskopukmdag Trizna Darma ST, Kaban Kesbangpol Aceh Besar Sofian SH, Kabag Umum dan Kabag Prokopim Setdakab Aceh Besar serta Kepala BSI Jantho. (b05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *