Aceh Timur Banjir

  • Bagikan
Aceh Timur Banjir
Aceh Timur Banjir

IDI (Waspada): Setelah diguyur hujan semalam suntuk, sejumlah titik di Kabupaten Aceh Timur, kembali terendam banjir, Sabtu (26/2). Ratusan warga telah mengungsi ke rumah tetangga dan mencari tempat yang lebih aman.

Banjir terparah terjadi dalam beberapa desa dalam Kecamatan Indra Makmu, diantaranya Desa Julok Rayeuk Selatan (38 KK), Julok Rayeuk Utara (303 KK), Pelita Sagop Jaya (210 KK), Seuneubok Cina (93 KK), Alue Ie Mirah (35 KK), Jambo Lubok (240 KK), dan Blang Nisam (54 KK).

“Ketinggian air antara 30-50 centimeter dari permukaan jalan. Jika hujan masih mengguyur, maka ketinggian air akan terus bertambah,” ujar Sukamto, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Indra Makmu, kepada Waspada, Sabtu (26/2) malam.

Berdasarkan hasil pantauannya, lanjut Sukamto, belum ditemukan titik pengungsi, baik di masjid, gedung sekolah ataupun meunasah (surau—red). “Belum terpantau pengungsi, karena warga sebagian masih bertahan di rumah, namun sebagian mengungsi ke rumah tetangga,” tambah Sukamto.

Sebagaimana diketahui, dalam dua bulan terakhir telah terjadi dua kali banjir di Aceh Timur. Bahkan banjir yang terjadi awal Januari lalu juga melanda Indra Makmu yang notabenya sebagai kecamatan lingkar tambang migas yang dikelola PT Medco EP Malaka.

Selain di Indra Makmu, banjir juga melanda sejumlah kecamatan lain seperti Julok, Nurussalam, Darul Aman, dan Ranto Peureulak. Meskipun tidak separah Indra Makmu, tetapi genangan air mulai terlihat di atas badan jalan yang menghubungkan antar desa.

Hingga berita ini diturunkan, hujan masih mengguyur Kabupaten Aceh Timur. Cuaca buruk itu juga telah mengakibatkan aktivitas warga lumpuh, termasuk jumlah kehadiran pelajar di sekolah/madrasah juga menurun hingga 90 persen dari jumlah biasanya.

Terancam Putus

Sementara itu, jalan lintas provinsi yang menghubungkan Peureulak – Lokop, kini terancam putus. Guyuran hujan telah mengakibatkan jalan amblas persisnya di Desa Bhom Lama, Ranto Peureulak, Aceh Timur. “Jalannya hampir putus, kondisinya sangat terancam pengguna jalan dari dua arah, apalagi malam hari, di lokasi itu juga tidak ada lampu penerang jalan,” kata Rivana Irfan, TKSK Ranto Peureulak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, telah mendapatkan informasi banjir di sejumlah titik dalam Kabupaten Aceh Timur. Bahkan pihaknya saat ini sedang memantau sambil mendata titik banjir di wilayahnya, baik melalui TKSK maupun pihak kecamatan.

“Bukan hanya bencana banjir, tapi hujan disertai angin kencang juga telah berdampak terhadap tumbangnya pohon hingga menimpa rumah penduduk, seperti di Kecamatan Nurussalam dan Indra Makmu,” kata Kepala BPBD Aceh Timur, Ashadi, MM.

Sementara Dinas Sosial Aceh Timur, Ir Elfiandi, Sp.1, dikonfirmasi mengatakan, bantuan masa panik berupa sembako telah disalurkan untuk warga yang rumahnya tertimpa pohon di Kecamatan Nurussalam. “Bantuan masa panik berupa sembako sudah kita salurkan, namun diharapkan TKSK segera melaporkan jika mengetahui adanya rumah lain yang terkena musibah,” pungkas Elfiandi. (b11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *