SUBULUSSALAM (Waspada.id): Anggaran DSIPD Kota Subulussalam 2025 terealisasi sebesar Rp463.500 juta dan sebesar Rp172.875 juta tidak terealisasi. Sementara angka Rp145 juta, tidak ditemukan pada DPA DSIPD.
Dominan penggunaan anggaran tersebut untuk Kegiatan MTQ Kota Subulussaaalm 2025 di Kecamatan Longkib, Training Center (TC) Peserta MTQ di Banda Aceh MTQ Provinsi Aceh di Pidie Jaya, belanja barang jasa diserahkan kepada masyarakat.
Demikian rilis Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah (DSIPD) Kota Subulussalam, Hotma Capah, S.Ag (foto) kepada Waspada.id, Kamis (12/2).
Dikatakan, secara umum metode pengadaannya sistem swakelola.
Merinci anggaran tersebut, belanja gedung pertemuan dan hotel Rp86,4 juta peserta MTQ Kota Subulussalam dan kegiatan TC di Banda Aceh.
Belanja pakaian Rp187,5 juta untuk pakaian jas Dewan Hakim MTQ Kota Subulussalam dan peserta Kota Subulussalam MTQ Tingkat Provinsi Aceh.
Batik tradisional Rp32.5 juta tidak terealisasi karena sudah dihapus pada DPA Perubahan 2025. Sepatu olah raga Rp44,1 juta untuk official, pelatih dan peserta MTQ Provinsi Aceh.
Celana dan batik daerah Rp80 juta untuk Panitia MTQ Kota Subulussalam official, pelatih dan Peserta MTQ Aceh.
Anggaran dekorasi Rp31,1 juta, bidang SDM Rp101,1 juta, ruang dayah Rp61,6 juta menebus Rp200 juta kegiatan program kewajiban tahun 2023.
Sektor sarana prasarana pengadaan genset Rp100 juta untuk Masjid Al Munawarah Subulussalam Selatan, dan pendingin (ac) Rp50 juta untuk dua masjid, di Sikelang dan Desa Penanggalan Barat.
Belanja perawatan kendaraan Rp40.9 juta tidak terealisasi dan kendaraan penumpang sebesar Rp36,5 juta hanya terelaisasi Rp3 juta.
Mebel Rp28,5 juta, sewa alat rumah tangga (teratak) Rp36 juta, sewa pendingin Rp24 juta, sewa alat dapur Rp64,4 juta semua untuk belanja perlengkapan peralatan MTQ Kota Subulussalam yang pengadaannya melalui pelaku usaha yang ditunjuk oleh Panitia MTQ Kota Subulussalam.
Selanjutnya Rp41.3 juta sewa angkutan untuk pelaksanaan TC di Banda Aceh dan MTQ Aceh di Pidie Jaya tahun 2025.
Menurut Capah, informasi ini disampaikan untuk mengklarifikasi berita sebuah media yang menyebut biaya rapat, pakaian dan dekorasi DSIPD tembus miliaran rupiah.
Dia memastikan, setiap langkah pemerintah melalui DSIPD senantiasa berorientasi pada pengembangan kompetensi generasi muda, khusunya dalam pemahaman isi kandungan Alquran. (id130)











