Aceh

Antrean BBM di Bener Meriah Ganggu Transportasi dan Distribusi Barang

Antrean BBM di Bener Meriah Ganggu Transportasi dan Distribusi Barang
Ketua Organda Bener Meriah Sahru.Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

REDELONG (Waspada.id): Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Bener Meriah dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku transportasi darat.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran operasional angkutan penumpang maupun distribusi barang, terlebih menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bener Meriah, Sahru, kepada Waspada.id Jumat (6/3/2026) mengatakan, antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) membuat banyak kendaraan angkutan harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar. Situasi ini tidak hanya menghambat jadwal perjalanan pengemudi, tetapi juga mulai memengaruhi layanan transportasi bagi masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut juga dipicu oleh kepanikan sebagian masyarakat yang membeli BBM secara berlebihan menggunakan jeriken dan galon kecil. Hal itu menyebabkan distribusi BBM di lapangan menjadi tidak merata, sehingga kendaraan angkutan yang benar-benar membutuhkan BBM untuk operasional justru kesulitan mendapatkannya.

Dampak dari situasi ini mulai dirasakan oleh angkutan kota antarprovinsi (AKAP) yang melayani perjalanan jarak jauh ke berbagai daerah. Sejumlah pengemudi mengaku jadwal keberangkatan terganggu karena harus mengantre BBM cukup lama sebelum dapat melanjutkan perjalanan.

Kondisi serupa juga dialami angkutan kota dalam provinsi (AKDP) yang melayani rute antar kabupaten di wilayah Aceh. Antrean panjang BBM menyebabkan beberapa armada mengalami keterlambatan keberangkatan maupun kedatangan, sehingga pelayanan kepada penumpang ikut terdampak.

Tidak hanya angkutan penumpang, sektor angkutan barang juga mulai merasakan dampaknya. Kendaraan pengangkut hasil pertanian, sembako, dan kebutuhan pokok masyarakat mengalami keterlambatan distribusi karena harus menunggu lama untuk mendapatkan BBM. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan memengaruhi kelancaran pasokan barang ke pasar.

Organda menilai, jika antrean panjang ini tidak segera teratasi, maka akan muncul dampak lanjutan terhadap operasional transportasi di lapangan. Gangguan terhadap kelancaran operasional kendaraan dapat meningkatkan beban biaya bagi pengemudi, yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi tarif angkutan penumpang maupun jasa angkutan barang.

Situasi ini menjadi semakin krusial karena terjadi menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri. Pada periode tersebut, kebutuhan transportasi biasanya meningkat signifikan, baik untuk arus mudik maupun untuk memastikan kelancaran distribusi kebutuhan pokok di berbagai wilayah.

Organda Kabupaten Bener Meriah berharap seluruh pengelola SPBU di wilayah tersebut dapat memberikan perhatian khusus dengan memprioritaskan pengisian BBM bagi kendaraan angkutan penumpang dan angkutan barang, mengingat perannya yang vital dalam melayani mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Selain itu, Organda juga mendesak pihak Pertamina untuk memastikan pasokan dan distribusi BBM di Kabupaten Bener Meriah tetap terjamin dan tidak mengalami gangguan. Kepastian ketersediaan BBM dinilai sangat penting agar operasional transportasi darat serta distribusi barang dapat berjalan normal dan tidak menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Organda juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Kepanikan dalam pembelian BBM dinilai hanya akan memperparah situasi di lapangan dan berpotensi menimbulkan gangguan yang lebih luas terhadap kelancaran transportasi serta distribusi barang.

Sebagai organisasi yang menaungi pelaku transportasi darat, Organda Kabupaten Bener Meriah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kelancaran layanan angkutan bagi masyarakat serta mendorong semua pihak bersama-sama menjaga stabilitas transportasi dan distribusi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut. (id.86)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE