Asisten III Setda Aceh: Pers Adalah Mitra Pemerintah

- Aceh
  • Bagikan
24 wartawan anggota Muda PWI Aceh mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) XVII PWI Aceh yang didukung PWI Pusat kerjasama dengan Kementerian BUMN (BSI, Perkebunan Nusantara III dan Forum Humas BUMN), Kamis (28/12) di Hermes Hotel Banda Aceh. (Waspada/Ist)
24 wartawan anggota Muda PWI Aceh mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) XVII PWI Aceh yang didukung PWI Pusat kerjasama dengan Kementerian BUMN (BSI, Perkebunan Nusantara III dan Forum Humas BUMN), Kamis (28/12) di Hermes Hotel Banda Aceh. (Waspada/Ist)

BANDA ACEH (Waspada): Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Aceh Dr. H. Iskandar AP, S. Sos, M. Si mengatakan hubungan pers dengan pemerintah simbiosis mutalualisme, hubungan antara dua organisme yang berbeda jenis namun saling menguntungkan satu sama lain.

“Pers adalah mitra yang diharapkan dapat memberikan berbagai informasi terkait program pembangunan maupun memberikan pemahaman kepada masyarakat atas setiap kebijakan publik yang dilakukan oleh pemerintah,” ujar Iskandar pada pembukaan UKW XVII PWI Aceh yang PWI Pusat, Kamis (28/12) di Hermes Hotel Banda Aceh.

“Diera globalisasi dan kebebasan informasi Pemerintah lndonesia dan Aceh khususnya, selalu berkepentingan besar untuk terus menjaga suasana kemerdekaan pers. Karenanya Pemerintah Aceh akan selalu memberikan dukungan kepada wartawan, media, Dewan pers serta Organisasi profesi seperti PWI Aceh agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Kata Iskandar, salah satu langkah dalam menjalankan fungsi media dengan baik adalah meningkatkan kompetensi sekaligus profesionalitas wartawan. “Inilah yang menjadi tujuan digelarnya UKW secara berkesinambungan oleh lembaga penguji termasuk PWI yang telah mendapatkan mandat dari Dewan Pers,” ungkapnya.

Untuk itu, terang Asisten III Setda Aceh, Pemerimtah Aceh berharap kepada media dan wartawan di Aceh khususnya, untuk dapat meningkatkan kemampuan dan keahlian dan kapasitasnya untuk dapat terus berkembang.

24 Wartawan Ikut UKW PWI Aceh

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PWI Pusat Sayid Iskandar yang membuka UKW kerja sama Kementerian BUMN, PTPN III, BSI dan Forum Humas BUMN mengatakan ini merupakan Kich Off UKW Yang dilaksanakan PWI Pusat di beberapa provinsi diantaranya Aceh, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Salawesi Utara (Sulut).

“Melalui UKW ini seluruh peserta dapat menjadi wartawan profesional dan kompeten, sehingga target dari pemerintah melalui BUMN untuk mengkompetenkan wartawan khususnya Wartawan PWI di Aceh bisa tercapai,” ujar Said Iskandarsyah yang juga putra Aceh ini.

Ketua PWI Aceh sebelumnya melaporkan sebanyak 24 wartawan lintas media anggota Muda PWI Aceh akan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Muda, yang digelar PWI Pusat bekerjasama dengan Kementerian BUMN, BSI, PTPN dan Forum Humas BUMN.

Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin mengatakan, pelaksanaan UKW angkatan 17 PWI Aceh Tahun 2023 yang di dukung Kementerian BUMN dalam hal ini BSI, Perkebunan Nusantara III dan Forum Humas BUMN ini, juga bertepatan dengan 19 tahun terjadinya bencana tsunami Aceh.

Nasir juga menyebutkan, di Aceh kecenderungan wartawan yang ingin mengikuti UKW ini sangat tinggi. Dimana jumlah wartawan yang mendaftar sebagai anggota PWI terus meningkat dan tersebar PWI 22 kabupaten/kota di Aceh.

“Saat ini masih ada 124 wartawan anggota PWI aceh yang belum mengikuti uji kompetensi. Termasuk didalamnya anggota Muda PWI wartawan televisi dan radio karena belum ada materi khusus untuk penyiaran,” ungkap Nasir.

Karena itu, ia berharap pada tahun 2024 mendatang wartawan penyiaran (radio-televisi) dapat mengikuti uji kompetensi sebagai anggota PWI lainnya. (b05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *