Aceh

Awan Gelap Menggantung di Tugu Aneuk Mulieng, Hujan Mengintai Sigli

Awan Gelap Menggantung di Tugu Aneuk Mulieng, Hujan Mengintai Sigli
Mendung tebal menyelimuti Bundaran Tugu Aneuk Mulieng, Kota Sigli, pagi Kamis (8/1).Waspada.id/Muhammad Riza
Kecil Besar
14px

SIGLI (Waspada.id): Awan gelap berlapis-lapis menaungi Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Kamis (8/1) siang. Mendung tebal menggantung rendah di atas pusat kota, termasuk di kawasan Bundaran Tugu Aneuk Mulieng, simpul lalu lintas yang ramai dan menjadi salah satu penanda wajah urban Sigli.

Tak jauh dari bundaran kebanggaan itu, landmark ikonik pinto kupiah meukeutop berdiri megah, namun Kamis menjekang tengah hari terlihat “ditelan” suasana langit kelabu. Cahaya matahari meredup, udara terasa lebih sejuk, sementara angin bertiup tipis membawa aroma tanah yang mulai lembap sinyal klasik bahwa hujan berpotensi turun dalam hitungan jam.

Di bawah bayang mendung, arus kendaraan tetap mengalir dari empat penjuru kota. Mobil pribadi, angkutan umum, dan sepeda motor mendominasi pergerakan di sekitar bundaran dan persimpangan lampu lalu lintas.

Aktivitas warga berjalan seperti biasa, tetapi atmosfer gelap memaksa setiap mata untuk membaca tanda yang sama: hujan bisa tumpah kapan saja, bahkan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama pengendara roda dua yang paling rentan ketika jalan mulai licin akibat hujan. Kepadatan di Bundaran Aneuk Mulieng dan simpang kota disebut sebagai titik yang butuh kehati-hatian ekstra saat cuaca memburuk.

“Kalau mendung sudah serapat ini, biasanya hujan tak lama lagi. Kami minta masyarakat berhati-hati di jalan dan antisipasi genangan di titik rawan, termasuk di area bundaran,” ujar petugas BPBD Pidie kepada Waspada.id Kamis.

BPBD juga menyoroti kawasan rawan banjir dan genangan di seputar kota. Warga diminta memastikan saluran drainase tidak tersumbat, memindahkan barang berharga ke tempat lebih aman, serta memantau perkembangan cuaca di awal musim hujan yang kerap menghadirkan hujan mendadak.

Mendung di awal tahun, menurut pengalaman musiman, menjadi penanda peralihan cuaca yang tak boleh dipandang ringan. Bagi warga Sigli, rutinitas mungkin tetap berjalan, tetapi kewaspadaan adalah payung terpenting saat alam mulai berubah wajah di Bundaran Tugu Aneuk Mulieng.(id69)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE