Di balik ruang-ruang rapat Setdakab Aceh Barat Daya, nama Darmawan Saputra bukanlah sosok asing. Namun sejak penunjukannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdakab Aceh Barat Daya(Abdya), perannya kini tak lagi sekadar bekerja di belakang layar, ia resmi berada di pusat irama komunikasi pimpinan daerah.
Bupati Abdya Dr. Safaruddin, S.Sos, MSP, mempercayakan jabatan tersebut kepada Darmawan melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 875.1/123, menggantikan Indra Dermawan, yang kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Kesbangpol Abdya.
Penyerahan SK dilakukan secara internal, sederhana, tanpa seremoni berlebihan—seperti karakter Darmawan itu sendiri.
Bagi sebagian wartawan lokal, Darmawan lebih dikenal bukan lewat jabatan, melainkan lewat sikap. Pria bertubuh tinggi besar, berkulit hitam manis, dengan gaya bicara lugas dan senyum yang mudah merekah itu dikenal dekat dengan insan pers. Ia bukan tipe pejabat yang berjarak, apalagi alergi pertanyaan. Teleponnya jarang sulit dihubungi, pesannya sering dibalas, dan jika tak bisa menjawab saat itu, ia akan kembali, itu yang membuatnya dihormati. “Ini amanah besar,” ujar Darmawan singkat, namun penuh kesadaran.
Baginya, jabatan bukan sekadar posisi, melainkan tanggung jawab kolektif—kepada pimpinan, tim, dan publik.
Sebagai Plt Kabag Prokopim, Darmawan memikul peran strategis: memastikan roda keprotokolan berjalan presisi, sekaligus menjaga arus komunikasi pimpinan daerah tetap informatif, jernih dan konstruktif. Di era ketika informasi bergerak cepat dan opini publik mudah terbentuk, Prokopim bukan lagi sekadar pengatur acara, melainkan penjaga wajah pemerintah di mata rakyat.
Rekam jejak Darmawan berbicara. Ia dikenal pekerja keras, terbiasa turun langsung, teliti pada detail, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap institusi. Bukan loyalitas membuta, melainkan loyalitas kerja, datang tepat waktu, pulang paling akhir dan jarang mengeluh meski beban bertambah.
Ia juga tidak lupa memberi hormat pada pendahulunya. Dengan nada rendah hati, Darmawan menyampaikan apresiasi kepada Indra Dermawan, atas fondasi kerja yang telah dibangun, seraya berkomitmen melanjutkan program-program positif yang telah berjalan.
“Soliditas tim adalah kunci,” katanya. Sebuah kalimat sederhana, namun mencerminkan gaya kepemimpinan yang inklusif, mengajak, bukan memerintah.
Di luar jabatan, Darmawan adalah Ayah Naura. Identitas itu melekat kuat, memberi dimensi manusiawi di balik seragam birokrasi. Mungkin dari sanalah ketenangannya berasal: bekerja keras di kantor, namun tetap berpijak pada nilai keluarga dan kesederhanaan.
Penunjukan Darmawan Saputra sebagai Plt Kabag Prokopim diharapkan mampu menjaga kesinambungan organisasi, sekaligus memperkuat komunikasi pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati Safaruddin. Bukan dengan gemuruh, melainkan dengan kerja yang rapi, senyap, dan konsisten.
Karena dalam birokrasi seperti juga dalam hidup, yang paling dibutuhkan bukan selalu yang paling keras bersuara, melainkan yang paling setia bekerja.
Syafrizal












