LHOKSUKON (Waspada.id): SMA Negeri 1 Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 500 siswa penyintas banjir yang terdampak bencana pada akhir November hingga Desember 2025 lalu.
Bantuan berasal dari berbagai donatur dan dikonversi dalam bentuk school kits sesuai petunjuk teknis, guna mendukung pemulihan pendidikan pascabencana. Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Selasa (13/1) di lingkungan sekolah.
Kepala SMAN 1 Matangkuli, Khairuddin, MPd, menyampaikan bahwa dukungan datang dari berbagai pihak. Kementerian Agama RI memberikan bantuan Rp20 juta untuk kebutuhan mushalla sekolah. Pertamina Hulu Energy (PHE) menyalurkan Rp10 juta serta 30 unit tas sekolah.
Selain itu, LP2HAM Aceh menyumbang pakaian seragam dan tumbler, sementara BGTK Provinsi Aceh memberikan bantuan berupa seragam, tas, dan alat tulis. Dukungan juga datang dari Partner Berbagi Banda Aceh, pengusaha Ismail Rasyid (Trans Continent), organisasi siswa, guru, alumni, serta masyarakat.
“Seluruh bantuan kami kelola secara transparan dan disalurkan sesuai kebutuhan dasar pendidikan siswa,” tegas Khairuddin.
Ia menambahkan, proses belajar mengajar di SMAN 1 Matangkuli kini telah kembali normal. Meski demikian, beberapa siswa masih belajar secara lesehan akibat kerusakan fasilitas sekolah. Pembelajaran kokurikuler juga diarahkan pada tema kebencanaan sebagai bagian dari pemulihan dan mitigasi bencana.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan donatur, Jefri dari Pertamina Hulu Energy, serta Pengawas Sekolah Saifullah Yusuf, MPd, mewakili Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Jefri mengajak seluruh warga sekolah untuk bangkit dan menata kembali lingkungan melalui aksi mitigasi bencana, seperti reboisasi dan kepedulian terhadap alam.
Sementara itu, Saifullah Yusuf menyampaikan pesan motivasi kepada siswa agar membangun karakter tangguh, resilien, dan berdaya juang tinggi dalam menghadapi tantangan kehidupan ke depan. (id65)










