Wabup Agara, dr Heri Al Hilal saat memimpin rapat penanggulangan dampak banjir. Waspada.id/Seh Muhammad Amin
KUTACANE (Waspada.id): Banjir yang melanda Aceh Tenggara telah merenggut nyawa. Setidaknya 6 korban masih dalam pencarian. Sedangjan dua jenazah yang belum teridentifikasi saat ini berada di RSU H. Sahudin Kutacane.
Banjir ini berdampak pada 16 kecamatan, dengan perkiraan 379 KK dan 1212 jiwa terdampak di tiga kecamatan utama: Babussalam, Lawe Sumur, dan Darul Hasanah. Data ini dihimpun oleh posko komando Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara sejak 26-28 November 2025, menurut Kadis Kominfo, Zulfan Harijadi, S. STP, Jumat (28/11) malam.
Selain korban jiwa, banjir juga merusak fasilitas umum seperti jalan dan jembatan. Kerugian infrastruktur diperkirakan mencapai Rp. 81,5 miliar untuk jembatan dan Rp. 8,6 miliar untuk ruas jalan.

Tanggul sungai jebol di 38 desa yang tersebar di 9 kecamatan, termasuk Ketambe, Badar, Babussalam, Bambel, Bukit Tusam, Semadam, Lawe Alas, Babul Makmur, dan Babul Rahmah.
Sebelumnya, dilaporkan 3 orang meninggal dan 13 lainnya hilang, semuanya warga Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe. Satu korban meninggal lainnya adalah warga Desa Darul Makmur, Kecamatan Babul Makmur, menurut Kalaksa BPBD Agara, Mohd Asbi, ST, Kamis (27/11) sore.
Data ini bersifat sementara dan dapat berubah seiring pendataan terbaru dari instansi terkait, tambah Kadis Kominfo. (id80)












