Aceh

Bau KKN Menggema Dibalik Launching Program Bupati Aceh Selatan H. Mirwan

Bau KKN Menggema Dibalik Launching Program Bupati Aceh Selatan H. Mirwan
Bupati Aceh Selatan H. Mirwan
Kecil Besar
14px

TAPAKTUAN (Waspada) : Program Bajak Sawah Gratis (BASAGA) yang digadang-gadang Bupati Aceh Selatan H. Mirwan sebagai program unggulannya, sudah diresmikan di Gampong Teungah Peulumat Kecamatan Labuhanhaji Timur, Selasa, (13/5).

Banyak pihak dan bukan petani saja yang menyambut gembira pelaksanaan launching tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang mencibir acara seremonial itu hanya untuk mengejar target 100 hari kerja pemerintahannya bersama Wakil Bupati H. Baital Mukadis.

Sebagaimana pantauan wartawan, paska pelaksanaan launching, terdapat beberapa hal yang dikritisi sebagian orang termasuk soal ketersediaan anggaran yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan petani.

Sehingga muncul pesimisme dari banyak kalangan termasuk petani dengan menyebut program itu sebagai program di atas kertas.

Sebagian pihak, bahkan menyoroti BASAGA itu sebagai program “mercu suar” yang sulit dilaksanakan selama masa pemerintahan MANIS di tengah krisis anggaran yang terjadi di Aceh Selatan.

Selain itu, sulit untuk tidak disorot dan sulit untuk “dicintai’ oleh seluruh masyarakat Aceh Selatan karena sejak awal sudah memunculkan kritisi yang tajam dari berbagai pihak di antaranya, pertama, ada kesan pemilihan lokasi launching yang “berbau” nepotisme, kedaerahan. Karena, Labuhan Haji Raya adalah daerah asal Bupati H. Mirwan MS.

Kedua, program ini, memunculkan diskriminasi antar wilayah. Dari dari 18 kecamatan minus dua kecamatan yakni Tapaktuan dan Trumon Timur, hanya delapan kecamatan yang dialokasikan antara lain, Labuhan Haji Barat 51,64 hektar, Labuhan Haji 16,67, Labuhan Haji Timur 202,46, Meukek 185,44, Samadua 89,01, Pasie Raja 113,88, Kluet Tengah 184,88 dan Trumon Tengah 31,55 Hektar.

Sedangkan untuk enam kecamatan lainnya Sawang, Kluet Utara, Kluet Selatan, Kluet Timur, Kota Bahagia dan Bakongan Timur baru direncanakan pada tahun anggaran 2026 yang akan datang.

“Padahal, beberapa kecamatan dimaksud yang terdapat di wilayah Kluet Raya memiliki lahan persawahan yang cukup luas yakni Kluet Utara dan Kluet Timur, sedangkan terpilihnya Kluet Tengah sebagai salah satu alokasi BASAGA diperkirakan karena kampung Wabup,” begitu perbincangan di beberapa tempat.

Menanggapi pertanyaan atas enam kecamatan belum dialokasikan tahun ini, Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS kepada media, mengatakan, supaya bersabar.

“Harap bersabar, karena tahun 2026 akan dilaksanakan merata di seluruh kecamatan,” katanya.

Sementara itu, narasi perbincangan yang pro-kontra tentang program BASAGA bahkan meluas di berbagai platform media sosial termasuk FB dan grup WhatsApp (WAG) di Aceh Selatan.

Beberapa anggota WAG, bahkan memperbincangkan adanya kecenderungan pemerintahan H. Mirwan – H. Baital Mukadis mempraktekkan KKN.

Hal itu, terbukti ketika pemilihan kegiatan pemerintahan, wilayah Labuhan Haji Raya menjadi prioritas utama seperti TMMD, MTQ, BASAGA dan peresmian BLUD Puskesmas.

“Mudah-mudahan tidak benar adanya KKN tersebut dan program BASAGA ini dapat berjalan sebagai mana yang diharapkan,” kata tokoh masyarakat dari Kluet Raya.

Begitupun, program BASAGA ini sangat baik dengan salah satu tujuannya adalah membantu meringankan beban petani dan mengurangi biaya produksi, meningkatkan produk gabah dan beras di Aceh Selatan dan diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras dalam rangka menyukseskan program ketahanan nasional.

Menurut Dinas Pertanian Aceh Selatan, berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 02/KPTS/RC.040/M/01/2025 tentang Kawasan Pertanian Nasional bahwa luas lahan sawah di Kabupaten Aceh Selatan yang tersebar di 14 Kecamatan dari 18 Kecamatan yang ada adalah 6.949 hektar dengan lahan terluas ada di Kecamatan Kluet Utara 1.589,03 hektare dan yang paling sedikit Kecamatan Trumon Tengah 55,61 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Selatan H. Nyak Lah, SP, MM, mengatakan, sesuai dengan perencanaan tahun 2025, Pemerintah Aceh Selatan mengalokasikan anggaran sebesar Rp.1,1 Milyar untuk 650 Ha dan dilakukan penambahan anggaran di pergeseran sebesar Rp.350 Juta untuk 225, 53 hektar.

Sehingga, jika ditotalkan jumlah anggaran BASAGA tahun 2025 adalah sebesar Rp. 1,4 Milyar untuk lahan seluas 875,53 Ha yang tersebar di delapan kecamatan antara lain, Labuhan Haji Barat 51,64 hektar, Labuhan Haji 16,67, Labuhan Haji Timur 202,46, Meukek 185,44, Samadua 89,01, Pasie Raja 113,88, Kluet Tengah 184,88 dan Trumon Tengah 31,55 hektar.

Sedangkan untuk 6 kecamatan lainnya Sawang, Kluet Utara, Kluet Selatan, Kluet Timur, Kota Bahagia dan Bakongan Timur akan dilaksanakan pada tahun 2026.

“Mudah-mudahan program BASAGA ini dapat berjalan sebagai mana yang diharapkan,” kata Nyak Lah. (chm)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE