KUALASIMPANG (Waspada.id): Proses belajar mengajar (PBM) belum dapat dilaksanakan di SMAN I Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, pada hari pertama masuk sekolah Senin (5/1/2026).
Kondisi ini terjadi karena komplek sekolah masih digenangi air bercampur lumpur dan sampah akibat banjir yang melanda pada akhir November 2025.

Kepala SMAN I Kejuruan Muda, Muhammad, S.Pd, MM, menyampaikan bahwa meskipun siswa-siswi sudah hadir, aktivitas belajar tidak dapat berjalan seperti biasa. “Beberapa ruang kelas memang sudah dibersihkan, tetapi lumpur di komplek sekolah masih dalam. Selain itu, peralatan pendidikan seperti meja kursi, komputer, dan TV pintar juga rusak akibat terendam banjir,” ujarnya.
Sekolah yang dulunya bernama SMAN Kualasimpang ini memiliki 958 siswa, 25 ruang belajar, serta 102 orang guru dan tenaga tata usaha. Saat ini, dua alat berat dan sejumlah truk telah ditempatkan untuk membersihkan lumpur dan mengangkut sampah dari lokasi sekolah.

Pantauan Waspada.id menunjukkan bahwa kondisi serupa juga terjadi di hampir semua sekolah di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, antara lain Kota Kualasimpang, Rantau, Karang Baru, Kejuruan Muda, dan Sekerak, yang semuanya masih dalam kondisi rusak akibat dampak banjir.(id93)











