ACEH TAMIANG (Waspada.id): Daan Wensing, Chief Executive Officer (CEO) dari Lembaga Inisiatif Dagang Hijau (IDH) Global yang berpusat di Belanda mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang untuk memberikan dukungan moral kepada pemerintah daerah yang sedang menjalankan proses normalisasi di seluruh sektor pasca terjadinya bencana banjir bandang di akhir tahun 2025 lalu.
Dalam keunjungan yang difasilitasi oleh forum multi pihak PUPL (Pusat Unggulan Perkebunan Lestari) Aceh Tamiang tersebut diterima Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Pahmi, MH,bersama unsur Forkopimda dan audensi yang berlangsung di aula Setdakab setempat dalam rangka membahas penguatan program sawit rakyat berkelanjutan sekaligus percepatan pemulihan pascabencana.
Sekretaris PUPL Aceh Tamiang, Izuddin, dalam keterangan diterima Rabu (1/4) menyebutkan, dalam pertemuan itu, Bupati Armia Pahmi menyampaikan penghargaan dan ucapan terimaksih dari pemerintah dan masyarakat Aceh Tamiang terhadap dukungan dan bantuan yang telah diberikan oleh banyak pihak, baik perusahaan, NGO, relawan maupun donatur perseorangan yang telah banyak berkontribusi sejak awal terjadinya bencana untuk mempercepat proses normalisasi.
Armia Pahmi juga menyampaikan, bahwa untuk memastikan bahwa kondisi kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat Aceh Tamiang dapat segera pulih, masih sangat dibutuhkan dukungan, kontribusi dan partisipasi berbagai elemen di luar pemerintah sehingga perencanaan dan implementasi rehab rekon yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah dapat berjalan dengan lebih cepat.
Daan Wensing, CEO IDH Global dalam pertemuan tersebut menyampaikan, sejak beberapa tahun sebelum terjadinya bencana banjir, IDH bersama beberap mitra dan perusahaan global telah bekerja di Aceh Tamiang, dan berkomitment untuk terus berkontribusi mendukung rencana pemulihan perekonomian masyarakat terdampak bencana, terutama petani.
“IDH tidak memiliki keahlian di bidang emergency respond atau tanggap bencana, oleh sebab itu,dukungan akan diberikan dalam bentuk upaya dan kegiatan pemulihan lahan dan peningkatan kapasitas petani terdampak, sehingga diharapkan akan membantu mendorong pemulihan ekonomi bagi keluarga petani khususnya kelapa sawit dan kakao di Aceh Tamiang,” jelasnya.
Sementara itu, Rudi Putra dari Forum Konservasi Leuser (FKL) menyampaikan, bahwa tahun ini akan dilaksanakan lanjutan pendampingan bagi 3.200 petani kelapa sawit di Aceh Tamiang yang akan difasilitasi dan dibiayai untuk mendapatkan sertifikasi RSPO, “diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan mereka,” pungkasnya.(id76).










