Bimtek DPMPTSP, Tercatat Industri Rumah Tangga Meningkat Selama 2 Tahun Terakhir

  • Bagikan
Kegiatan Bimtek Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang diikuti sebanyak 25 peserta, usai pembukaan oleh Kadis PMPTSP, Senin (4/12). WASPADA/Ariefh
Kegiatan Bimtek Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang diikuti sebanyak 25 peserta, usai pembukaan oleh Kadis PMPTSP, Senin (4/12). WASPADA/Ariefh

SINGKIL (Waspada): Kantor DPMPTSP Aceh Singkil kembali menggelar Bimbingan teknis (Bimtek) Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, bagi pelaku usaha di Aceh Singkil.

Kegiatan dilaksanakan selama 4 hari, mulai 4 sampai 7 Desember 2023, yang berlangsung di Alviya Hotel Pulo Sarok Singkil. Kegiatan diikuti sebanyak 25 peserta yang berbeda selama 4 hari, dari berbagai kecamatan, yang dibiayai sumber anggaran DAK non fisik 2023.

Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aidil Yudi Irawan, SE.Ak, MSi saat membuka secara resmi kegiatan mengatakan, Dinas PMPTSP mencatat pelaku industri rumah tangga selama 2 tahun terakhir terus mengalami peningkatan.

Seperti usaha industri kerupuk dan keripik, yang menjadi industri rumah tangga masyarakat pasca pandemi Covid-19 meningkat sebanyak 88 usaha. Kemudian diikuti dengan pedagang eceran tercatat sebanyak 74 usaha. Menyusul 71 usaha dibidang perkebunan kelapa sawit, 69 usaha rumah makan/warung dan 62 usaha industri produk roti dan kue.

Yudi menyebutkan, Bimtek perizinan berusaha berbasis risiko ini dilakukan agar semua pelaku usaha paham dan satu persepsi terhadap perizinan sekarang ini.

Ada 4 level risiko NIB yang diterbitkan melalui mekanisme dan sistem yang disebut online submission (OSS) ini. Meliputi Risiko Rendah, cukup melengkapi syarat non induk perusahaan. Kemudian Risiko Menengah, syarat NIB dan sertifikat standar. Risiko Menengah Tinggi, NIB sertifikat standar yang terverifikasi. Selanjutnya Risiko Tinggi yakni harus melengkapi NIB plus sertifikat standar yang terverifikasi dan izin.

Sementara itu, data yang dihimpun DPMPTSP Aceh Singkil, selama tahun terakhir jumlah pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) terjadi penurunan. Sejak Januari sampai November 2022 mencapai jumlah 1.263 usaha. Dan sejak Januari sampai November 2023 hanya mencapai 998 usaha. “Kemungkinan karena sudah banyak yang mengurus NIB, sehingga menurun jumlah yang mengurus tahun ini,” ucap Aidil

Sementara itu sebaran usaha dalam Klasifikasi Baku Lapangan Indonesia (KBLI) besarannya di Kecamatan Singkil mencapai 640 usaha. Dan 449 usaha di Kecamatan Gunung Meriah. Kemudian 107 usaha di Simpang Kanan, 106 di Singkil Utara dan 65 usaha di Singkohor.

Kegiatan Bimtek Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dibuka langsung oleh Kepala DPMPTSP Aidil Yudi Irawan dihadiri Sekretaris Ir Ismet Taufiq serta narasumber dari Kabupaten Aceh Barat Daya. (B25).

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *