PIDIE (Waspada.id): Pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tiro di Kecamatan Kembang Tanjong telah mencapai 90 persen. Hal itu disampaikan Kepala BPBD Pidie, Muhammad Rabiul, Sabtu (29/11), usai memantau pengerjaan di sejumlah titik rawan penyumbatan.
Rabiul mengatakan, pembersihan dilakukan selama dua hari, Kamis dan Jumat, dengan mengerahkan dua unit alat berat jenis beko milik Pemkab Pidie. Alat berat bekerja mengangkat tumpukan material kayu dan sampah besar yang menutup aliran sungai.
“Material kayu paling banyak tersangkut di bawah dua jembatan di Kembang Tanjong. Ini yang menyebabkan air meluap hingga menggenangi empat gampong,” ujar Rabiul.
Setelah material kayu diangkat, aliran air mulai kembali normal dan debit sungai menurun. Petugas juga membersihkan endapan lumpur yang menutup beberapa titik alur sungai.
Rabiul menambahkan, sisa pengerjaan akan dirampungkan dalam waktu dekat sebelum dilakukan evaluasi lanjutan terhadap kondisi bantaran sungai. BPBD meminta warga tetap waspada mengingat cuaca di wilayah tersebut masih tidak stabil.
Sementara itu, warga di empat gampong terdampak mulai membersihkan rumah masing-masing sejak air surut. Lantai rumah dan halaman dipenuhi lumpur yang terbawa banjir.
“Air sudah turun sejak tadi malam. Pagi ini kami langsung bersihkan rumah, banyak barang rusak tapi yang penting banjir cepat surut,” kata Zulkifli, warga Keude Kembang Tanjong.
Warga lain, Nurhayati, mengaku harus membuang beberapa perabotan yang terendam. “Lumpurnya tebal, kami gotong royong sama tetangga,” ujarnya.
Pantauan Waspada. Id, sejumlah warga terlihat mencuci peralatan rumah tangga, menyapu lumpur, serta membersihkan saluran air di depan rumah. Aktivitas warga berangsur normal meskipun beberapa rumah masih menyisakan kerusakan ringan.
BPBD Pidie memastikan pemantauan debit air Krueng Tiro tetap dilakukan untuk menghindari potensi banjir susulan.(id69)












