Aceh

BPS: Kepemilikan Rumah Gen Z di Aceh Baru 2 Persen

BPS: Kepemilikan Rumah Gen Z di Aceh Baru 2 Persen
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamuddin. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, kepemilikan rumah oleh generasi Z (Gen Z) di Aceh masih tergolong rendah, baru sekitar 2 persen. Waspada.id/Hulwa Dzakira
Kecil Besar
14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat tingkat kepemilikan rumah oleh generasi Z (Gen Z) di Aceh masih sangat rendah. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, hanya sekitar 2 persen Gen Z di Aceh yang telah memiliki rumah sendiri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamuddin, menyebutkan kepemilikan rumah Gen Z tertinggi berada di Kabupaten Aceh Tenggara dengan persentase 4,79 persen. Disusul Aceh Singkil sebesar 4,38 persen dan Gayo Lues 3,96 persen.

Menurut Tasdik, relatif tingginya kepemilikan rumah Gen Z di sejumlah daerah tersebut tidak terlepas dari karakteristik ekonomi masyarakat yang didominasi sektor pertanian.

“Di wilayah itu, Gen Z umumnya memiliki kebun atau sawah sebagai sumber penghasilan. Dari penghasilan tersebut, mereka bisa membangun rumah sendiri,” kata Tasdik saat ditemui Waspada.id di Kantor BPS Aceh, Banda Aceh, Senin (12/1/2025).

Sebaliknya, daerah dengan kepemilikan rumah Gen Z terendah tercatat di Kabupaten Pidie yang hanya 0,08 persen. Angka rendah juga ditemukan di Pidie Jaya sebesar 0,38 persen dan Kota Langsa 0,53 persen.

Selain rendahnya kepemilikan rumah, BPS juga mencatat sebagian besar Gen Z di Aceh masih tinggal di rumah kontrakan atau sewaan. Secara provinsi, sekitar 9,91 persen Gen Z berstatus sebagai penyewa rumah.

Kabupaten Aceh Barat tercatat sebagai daerah dengan proporsi Gen Z menyewa rumah tertinggi mencapai 18,23 persen. Posisi berikutnya ditempati Kota Banda Aceh sebesar 17,97 persen dan Kota Sabang 14,45 persen.

Secara umum, Tasdik menjelaskan kepemilikan rumah di Aceh masih didominasi generasi yang lebih tua. Generasi X mencatat porsi kepemilikan tertinggi dengan 42,48 persen, disusul generasi Y sebesar 30,09 persen dan baby boomer 23,40 persen. Sementara kelompok pre-boomer hanya mencapai 2,30 persen.

Data ini menunjukkan tantangan besar bagi generasi muda di Aceh dalam mengakses hunian layak, terutama di wilayah perkotaan. (Hulwa)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE