Aceh

Bukber ‘Silaturrahmi Ramadhan” PWI Aceh Disertai Santuni 51 Anak Yatim

Bukber ‘Silaturrahmi Ramadhan” PWI Aceh Disertai Santuni 51 Anak Yatim
Kepala Unit Kehumasan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Langitantyo T. Gezar menyerahkan santunan untuk anak yatim pada acara Silaturahmi Ramadhan PWI Aceh Tahun 2026 di Markas PWI Aceh, kawasan Simpang Lima.tangkapan layar meuseuraya.id
Kecil Besar
14px

BANDA ACEH (Waspada.id): PWI Aceh kembali melakukan agenda tahunan, Program ‘Silaturahmi Ramadhan PWI Aceh Tahun Ke-5’ masa kepengurusan periode 2021-2026 bertajuk buka puasa bersama dibungkus dengan menyantuni anak yatim di Rumah Besar PWI Aceh, Simpang Limong Kota Banda Aceh, Rabu (11/3/2026).

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin yang sekaligus Penanggung Jawab Program ‘Silaturahmi Ramadhan PWI Aceh’ dalam sambutannya menginformasikan, kegiatan tahun ini lebih bergema karena donasi untuk mendukung program tersebut dibuka bagi seluruh anggota PWI se-Aceh, baik jajaran pengurus maupun anggota.

Selain itu—seperti empat tahun sebelumnya—juga dibuka untuk mitra kerja dan sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Menurut Nasir, setelah dilakukan penggalangan melalui jaringan pribadi, grup WhatsApp maupun hubungan personal sejak 21 Februari 2026 terkumpul donasi mencapai lebih kurang Rp40.380.000.

Menurutnya, salah satu penyumbang dana terbesar pada Program Silaturahmi Ramadhan PWI Aceh tahun ini adalah PT Dunia Barusa (DBS) yang bisa mengcover kebutuhan santunan untuk 20 anak yatim sekaligus. Selain itu juga tercatat donasi dari BPRS Hikmah Wakilah untuk empat anak yatim. Selebihnya ada yang mencatatkan untuk satu hingga dua anak yatim.

“Dari total dana yang dihimpun Rp40.380.000, sebesar Rp25.500.000 di antaranya dikhususkan untuk santunan 51 anak yatim masing-masing Rp500.000,” kata Nasir Nurdin.

Selebihnya, sekitar Rp 14.880.000, lanjut Nasir digunakan sebagai biaya kenduri untuk 250 tamu undangan yang mayoritas adalah anggota PWI Aceh baik dari wilayah Banda Aceh maupun kabupaten/kota yang ikut hadir.

“Kita siapkan menu utama kuah beulangong plus bu kulah untuk 250 orang, penganan berbuka (makanan dan minuman), dan sajian lainnya.

Nasir menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan Pengurus PWI Aceh, Pengurus PWI Kabupaten/Kota dan para wartawan yang telah ikut berdonasi baik uang maupun pikiran untuk memastikan suksesnya kegiatan.

“Terima kasih untuk semua dukungannya. Sukses kegiatan ini tak lepas atas kepercayaan semua pihak. Semoga kita semua selalu menjadi orang-orang yang amanah. Insya Allah siapapun yang akan memimpin organisasi ini ke depan, diharapkan program sosial seperti ini terus berlanjut,” kata Nasir Nurdin dalam sambutannya menjelang penyerahan santunan anak yatim dan buka puasa bersama.

Paket Anak Yatim

Tahun ini anak yatim yang disantuni oleh PWI Aceh dan jajarannya selain menerima uang tunai masing-masing Rp500.000 juga makanan siap saji dari Founder King Fried Chicken, dr Fahrizal.

Selain makanan siap saji, pihak Kemensos RI melalui Dinas Sosial Aceh juga memberikan paket santunan berupa kain sarung, mukena, dan perlengkapan salat.

Anak yatim yang disantuni merupakan anak yatim wartawan, anak yatim lingkungan Kantor PWI Aceh, dan anak yatim di lingkungan tempat tinggal wartawan/pengurus PWI Aceh baik di Banda Aceh maupun Aceh Besar.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Owner PT Dunia Barusa, Founder King Fried Chicken, Kemensos RI melalui Dinsos Aceh, BPRS Hikmah Wakilah, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, dan berbagai pihak lainnya—termasuk Pengurus PWI di semua tingkatan bersama para wartawan—yang telah ikut menyukseskan Program ‘Silaturahmi Ramadhan PWI Aceh’. Semoga Allah SWT memberikan ganjaran terbaik untuk kita semua,” ujar Nasir Nurdin seperti dilansir meuseuraya.id.(red)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE