IDI (Waspada.id): Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, memohon kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, agar segera mengirimkan bantuan logistik dan tenaga penyelamat untuk menangani situasi darurat yang semakin memburuk pasca banjir besar dan tanah longsor.
Ia mengungkapkan bahwa pelayanan publik di daerah itu lumpuh total, akses transportasi terputus, listrik padam, dan komunikasi mati. Keuangan daerah pun tidak mampu menanggung biaya penanganan, sehingga koordinasi darurat terhambat. Puluhan korban jiwa diperkirakan meninggal dunia, beberapa desa hilang, rumah sakit rusak, dan logistik terhenti sama sekali.
“Persis seperti bencana tsunami dulu,” ujar Al-Farlaky, yang juga merupakan penyintas tsunami 2004, dengan suara bergetar. Ia bahkan menyewa layanan internet Starlink senilai Rp10 juta untuk 10 hari demi komunikasi darurat.
Seluruh 24 kecamatan di Aceh Timur terdampak, terutama di Kecamatan Simpang Jernih dan Serbajadi. “Tiga desa di Serbajadi hilang, akses terputus, jalan tertimbun longsor,” tambahnya dalam siaran persnya Senin (1/12).
Karena logistik semakin menipis, Al-Farlaky menggunakan uang pribadinya untuk kebutuhan mendesak. Ia juga mengharapkan bantuan kapal perang dari Belawan segera tiba di lokasi.
“Kalau dua hari lagi tidak ada bantuan, warga mungkin meninggal kelaparan,” ujarnya memelas.(rel)










