BIREUEN (Waspada.id): Bupati Bireuen, H. Mukhlis, akhirnya menemui langsung para korban banjir dan tanah longsor yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil yang menggelar aksi damai di halaman kantor pusat pemerintahan kabupaten, Senin (6/4).
Kedatangan Bupati sempat dinanti massa yang telah berorasi selama lebih dari satu jam. Salah satu perwakilan aksi, Akhyar Rizki, bahkan meminta agar bupati hadir tanpa perwakilan agar bisa berdialog langsung dengan para korban.

Tak lama kemudian, Mukhlis muncul didampingi Wakil Bupati, jajaran pemerintah daerah, serta para camat. Suasana yang sebelumnya cukup tegang pun berangsur lebih tenang saat dialog mulai berlangsung.
Dalam kesempatan itu, massa menyerahkan petisi berisi sejumlah tuntutan terkait penanganan korban banjir. Namun, bupati belum langsung menandatangani dokumen tersebut.
Mukhlis menjelaskan, petisi itu perlu dibahas bersama unsur terkait seperti Kapolres, Dandim, dan Kajari. Karena itu, ia meminta waktu selama lima hari untuk menyelesaikan proses tersebut.
“Beri kami waktu lima hari untuk duduk bersama dan menindaklanjuti semua poin yang ada,” ujar Mukhlis di hadapan massa.

Setelah dialog, aksi pun berakhir dengan tertib. Massa membubarkan diri sambil menunggu realisasi janji yang telah disampaikan.
Para korban berharap, dalam waktu yang dijanjikan, seluruh tuntutan dapat segera ditindaklanjuti, mengingat masih banyak warga terdampak yang belum menerima bantuan secara menyeluruh. (Id73)










