BLANGPIDIE (Waspada.id): Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr. Safaruddin, S.Sos., M.SP, menata ulang pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan melantik 15 pejabat Eselon II, guna memperkuat disiplin birokrasi dan meningkatkan kemampuan eksekusi program pemerintah daerah, menjelang tahun anggaran 2026, Kamis (29/1).
Bupati Safaruddin mengatakan, penataan pimpinan OPD dilakukan sebagai bagian dari konsolidasi administratif, agar seluruh perangkat daerah bergerak seirama dengan agenda pembangunan dan mampu bekerja lebih efektif serta terukur.
“Pelantikan ini bukan seremoni, tetapi penegasan tanggung jawab. Tahun 2026 adalah fase kerja dan pembuktian,” tegasnya.
Ia menegaskan, para pejabat yang dilantik akan mengikuti retreat integritas dan kepemimpinan setelah seluruh jabatan strategis terisi. Retreat tersebut ditujukan untuk menyamakan arah kebijakan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan visi Arah Baru Abdya Maju diterjemahkan dalam program nyata.
Berdasarkan Keputusan Bupati Abdya Nomor 119 Tahun 2026, pejabat yang dilantik masing-masing Jufri, S.Ag., M.M sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Nazaruddin sebagai Staf Ahli Bidang Keistimewaan dan Sumber Daya Alam, serta Dewi Marlina sebagai Staf Ahli Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan.
Selanjutnya, Indra Darmawan dilantik sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Ns. Rinaldi R., M.Kep sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Iin Supardi sebagai Kepala Dinas Sosial, Ariswandi, S.E. sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Hamdani, S.E. sebagai Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan, Yusli Amraina sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, serta Rifi Hamdani sebagai Kepala Dinas Pertanahan.
Selain itu, Sufrinaldi dilantik sebagai Kepala Bappeda Riset dan Inovasi, Armayadi, S.T. sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, H. Muhammad Rasyid, M.M. dikukuhkan tetap sebagai Kepala Dinas Syariat Islam, Amiruddin Adi sebagai Kepala DPMPTSP, dan Hendri Yadi sebagai Kepala Dinas Pertanian.
Bupati Safaruddin juga menekankan pentingnya disiplin aparatur dan penguatan nilai moral birokrasi, melalui penerapan kebijakan Peukong Agama. Ia meminta seluruh pimpinan OPD menjadi teladan serta membuka ruang pengawasan internal bagi ASN dan non-ASN.
Dalam arahannya, Bupati menargetkan percepatan penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran 2026. Ia menyebut pemerintah daerah telah mengamankan dukungan pusat, termasuk rencana pembangunan 200–300 unit rumah bantuan, pelaksanaan Instruksi Presiden jalan dan jembatan, serta penguatan sektor pendidikan dan layanan kesehatan.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi, unsur Forkopimda, serta pimpinan instansi vertikal di Kabupaten Abdya.
Dengan penataan pimpinan OPD tersebut, Pemkab Abdya berharap kinerja pemerintahan daerah semakin efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(id82)











