Aceh

Bupati Syech Muharram Fungsikan Kembali Pasar Hewan Sibreh

Bupati Syech Muharram Fungsikan Kembali Pasar Hewan Sibreh
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris meresmikan kembali Pasar Hewan Sibreh, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, Senin (5/1). (Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

ACEH BESAR (Waspada.id) : Bupati Aceh Besar, Muharram Idris (Syech Muharram) meresmikan sekaligus memfungsikan kembali pusat transaksi ternak terbesar di Aceh yakni Pasar Hewan Sibreh di Kecamatan Sukamakmur, Senin (5/1).

Berfungsinya kembali pasar hewan tersebut diketahui usai melakukan proses rehabilitasi yang telah berlangsung sejak Juli 2025 lalu. Kegiatan tersebut turut diwarnai dengan penyantunan kepada tujuh anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Pada kesempatan itu, Bupati Syech Muharram menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama antara berbagai lembaga, baik eksekutif maupun legislatif, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya melalui sektor pertanian dan peternakan.

“Pembangunan ekonomi tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kebersamaan dan saling membahu antara pemerintah daerah, DPRK, dan DPRA agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat Aceh Besar,” ujarnya.

Syech Muharram juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah mengusulkan pemanfaatan lahan milik Pemerintah Provinsi Aceh yang berada di belakang Pasar Hewan Sibreh untuk dijadikan area parkir.

Usulan tersebut, kata dia, telah mendapat dukungan dari Pemerintah Aceh dan direncanakan akan dihibahkan untuk kepentingan pasar hewan ke depan.

“Alhamdulillah, Pemerintah Aceh menyatakan siap mendukung dan merencanakan penghibahan lahan tersebut agar Pasar Hewan Sibreh semakin tertata dan representatif,” katanya.

Meski telah kembali difungsikan, Bupati mengakui masih terdapat beberapa bagian yang membutuhkan penyempurnaan. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi.

“Masih ada sedikit perbaikan yang perlu kita lakukan. Untuk itu, kami berharap dukungan dan kerja sama dari DPRK dan DPRA agar Pasar Hewan Sibreh ini benar-benar menjadi pasar hewan yang layak dan modern,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Syech Muharram juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian Aceh Besar yang telah mengawal seluruh proses rehabilitasi pasar hingga dapat kembali digunakan oleh masyarakat.

Ia menegaskan komitmen Pemkab Aceh Besar untuk terus mendukung pengembangan sektor pertanian dan peternakan.

Selain itu, Bupati turut mengingatkan bahwa Aceh Besar saat ini tengah menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dalam upaya pemulihan dan menjaga ketahanan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar menyampaikan, Pasar Hewan Sibreh merupakan salah satu pasar hewan terbesar di Aceh dan memiliki peran strategis dalam perekonomian masyarakat.

“Pasar Hewan Sibreh ini awalnya merupakan pasar hewan tradisional. Seiring waktu, kita benahi dan rehabilitasi dengan tujuan menjadikannya pasar hewan yang lebih modern dan layak,” ungkap Jakfar.

Ia menjelaskan, Dinas Pertanian Aceh Besar telah melakukan rehabilitasi sejumlah los dan pagar pasar. Ke depan, pihaknya masih membutuhkan dukungan untuk penyempurnaan fasilitas, termasuk rencana pembangunan area parkir di lahan yang akan dihibahkan oleh Pemerintah Aceh.

“Kami mohon dukungan penuh dari Bapak Bupati, DPRK, dan juga anggota DPRA agar Pasar Hewan Sibreh ini benar-benar bisa menjadi pasar hewan modern kebanggaan Aceh Besar,” katanya.

Jakfar juga memaparkan, Dinas Pertanian Aceh Besar saat ini mengelola tiga pasar hewan, yakni Pasar Hewan Sibreh, Pasar Hewan Garuda Jaya, dan Pasar Hewan Selimun. Selain itu, Aceh Besar juga telah memiliki Rumah Potong Hewan (RPH) yang telah bersertifikat halal.

“Ini merupakan kemajuan besar bagi Aceh Besar. Kami juga terus menggenjot sektor pertanian tanaman pangan untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan pada tahun 2026,” jelasnya.

Menurut Jakfar, perhatian terhadap sektor pertanian dan peternakan sangat penting dalam menurunkan angka kemiskinan di daerah.

“Jika petani dan peternak sejahtera, maka angka kemiskinan bisa ditekan secara signifikan. Inilah kunci kesejahteraan masyarakat Aceh Besar,” pungkasnya.

Turut hadir pada peresmian Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti, Wakil Ketua DPRK Naisabur, serta anggota DPRA Abdurrahman Ahmad dan Ansari Muhammad, unsur Forkopimda, para pejabat dan kepala OPD di lingkungan Pemkab Aceh Besar serta camat dan unsur Forkopimcam Suka Makmur. (id65)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE