Scroll Untuk Membaca

AcehPendidikan

Cama Unaya Tiga Kabupaten/Kota Aceh Ikut Test Kesehatan

TEST kesehatan cama oleh tim Kesehatan Unaya, Sabtu (13/7). (Waspada/Khairul Boangmanalu)
TEST kesehatan cama oleh tim Kesehatan Unaya, Sabtu (13/7). (Waspada/Khairul Boangmanalu)
Kecil Besar
14px

SUBULUSSALAM (Waspada): Calon Mahasiswa Universitas Abulyatama (Cama Unaya) Program KIP Kuliah asal tiga kabupaten/kota se-Aceh ikuti test kesehatan di lantai III Kampus Unaya, Sabtu (13/7). 

Test kesehatan ini tindak lanjut ujian tulis dan wawancara yang dilakukan tim, di bawah pimpinan Dekan Fikes Unaya, Dr. Lensoni, M.Kes pekan pertama Juli lalu ke Subulussalam dan Aceh Singkil.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Cama Unaya Tiga Kabupaten/Kota Aceh Ikut Test Kesehatan

IKLAN

Dikonfirmasi, Kamis (18/7), Lensoni mengatakan test kesehatan lebih kepada upaya memastikan jika para cama tidak terkontaminasi dengan narkoba sehingga target empat tahun KIP Kuliah berjalan sesuai program.

Soal ujian tulis, wawancara dengan turun langsung ke kabupaten/kota terkait bersama timnya, Wildan Seni, M.Si, Putri Dink Meutia, M.Pd, Dr. Starfish Rahmiza Muzana, M.Pd dan Dr. Silvi Papa Widya Lubis, M.Pd disebut demi memberi kemudahan bagi cama dan orang tua, karena khusus wawancara cama harus didampingi orang tua

Cama Unaya Tiga Kabupaten/Kota Aceh Ikut Test Kesehatan
FOTO bersama para Cama Unaya Kota Subulussalam dengan latar belakang Kampus Unaya, Sabtu (13/7). (Waspada/Ist)

Dikatakan, upaya ini merupakan kesepakatan pihak kampus dan pemberi bantuan KIP Kuliah agar benar-benar bermanfaat, penerima KIP mampu menyelesaikan jenjang S.1 selama empat tahun.

Disebut, sumber dana KIP Kuliah ini adalah aspirasi seorang anggota DPR asal Aceh di luar Provinsi Aceh yang sangat peduli dan berkontribusi besar demi kualitas SDM di Aceh.

Soal kebijakan saat wawancara cama harus didampingi orang tua, sebelumnya tidak pernah dilakukan disebut demi sinergi kampus dan orang tua memanfaatkan anggaran KIP Kuliah tepat sasaran dan tidak salah guna.

Salah satu ketentuan beasiswa ini, selama empat tahun tidak boleh mundur atau berhenti. Ingkar dari ketentuan ini dikenai sanksi wajib mengembalikan semua bantuan yang diterima selama kuliah.

Merinci total cama di sana, dari Aceh Singkil dan Subulussalam masing-masing 39 orang, sementara dari Aceh Jayapl 26 orang. Soal lulus tidaknya peserta test, diumumkan kemudian.

Diketahui, cama Kota Subulussalam mengikuti test tersebut dikoordinir langsung Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam. Bahkan tahun sebelumnya, MPD juga memediasi puluhan alumni SLTA kota ini masuk ke sejumlah PT, salah satunya Unaya, menyusul MoU MPD – Unaya, 7 Desember 2020 silam. (b17)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE