AcehKesehatan

Cegah KLB Pascabanjir, Dinkes Aceh Kerahkan Tim Vaksinasi Dan Pengendalian Vektor Ke Sembilan Daerah

Cegah KLB Pascabanjir, Dinkes Aceh Kerahkan Tim Vaksinasi Dan Pengendalian Vektor Ke Sembilan Daerah
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, foto bersama dengan tim vaksinasi dan pengendalian vektor penyakit menular yangakan dikirim ke sembilan kabupaten/kota di Aceh. (Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Dinas Kesehatan Aceh melalui Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) kembali mengerahkan tim vaksinasi dan pengendalian vektor penyakit menular ke sembilan kabupaten/kota di Aceh. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pencegahan penyakit menular melalui peningkatan cakupan imunisasi dan pengendalian risiko penyakit berbasis lingkungan.

Pengiriman tim dilatarbelakangi masih adanya wilayah dengan cakupan imunisasi yang perlu ditingkatkan serta potensi meningkatnya penularan penyakit menular, khususnya campak. Intervensi lapangan dinilai penting untuk melindungi kelompok rentan, terutama bayi, balita, dan anak usia sekolah.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, menyampaikan bahwa pengiriman tim ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat Aceh. “Pada hari ini, Dinas Kesehatan melalui posko HEOC mengirimkan kembali tim vaksinasi dan tim pengendali vektor fokus ke 9 kabupaten kota, terutama sekali untuk mencegah penyebaran campak”, ujar Ferdiyus, Selasa (20/1).

Tim Imunisasi Tambahan Campak Batch II Posko HEOC Dinkes Aceh dikerahkan ke Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Di wilayah tersebut, tim melaksanakan imunisasi tambahan bagi anak usia 9–59 bulan bekerja sama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas setempat.

Sementara itu, tim pengendalian vektor penyakit menular ditugaskan ke Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang. Kegiatan yang dilakukan meliputi surveilans vektor, edukasi masyarakat, serta pengendalian lingkungan untuk menekan risiko penyakit yang ditularkan melalui vektor.

“Tim vaksinasi difokuskan pada pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, seperti campak, sementara tim pengendalian vektor bertugas menekan risiko penyakit berbasis lingkungan,” tambah Ferdiyus.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM, menjelaskan imunisasi tambahan bagi daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh telah dimulai sejak 5 Januari 2026 menyusul ditemukannya kasus campak di sejumlah daerah.

“Imunisasi bertujuan melindungi anak dari penyakit berat sekaligus membentuk kekebalan kelompok. Totalnya ada 152 personil yang dikerahkan untuk tim imunisasi tambahan Batch II & sebanyak 35 orang untuk tim Pengendalian Vektor”, jelas dr. Iman.

Pengerahan tim ini diharapkan dapat meningkatkan kekebalan masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi serta untuk memperkuat kewaspadaan dini terhadap penyakit menular. Posko HEOC Dinkes Aceh akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kegiatan berjalan efektif dan tepat sasaran. (id65)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE