BANDA ACEH (Waspada.id): Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan di seluruh wilayah Aceh saat ini berada pada kategori rendah. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga 10 Februari 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nasrol Adil, mengatakan rendahnya intensitas hujan terpantau berdasarkan hasil analisis dasarian terakhir.
“Kalau kita melihat analisis dasarian terakhir, termonitor bahwa curah hujan di seluruh Aceh cukup rendah,” kata Nasrol saat dihubungi Waspada.id, Minggu (25/1/2026).
BMKG memprediksi sejumlah wilayah di pesisir utara dan timur Aceh, seperti Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie, dan Pidie Jaya, akan mulai memasuki musim kemarau tahap pertama pada awal Februari 2026.
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang.
“Biasanya pada awal Februari sudah mulai memasuki musim kemarau pertama. Ini merupakan pola yang relatif normal secara klimatologis,” ujarnya.
Sementara itu, wilayah Aceh lainnya masih berada dalam periode musim hujan. Meski demikian, secara umum curah hujan tetap terpantau rendah di hampir seluruh daerah.
Menghadapi potensi musim kemarau, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih hemat dan bijak dalam penggunaan air, supaya tidak terjadi kekurangan air bersih dalam kehidupan sehari-hari,” kata Nasrol.
Selain itu, BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Aceh Besar, juga merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Banda Aceh dan sekitarnya pada Minggu, (25/1/2026).
Secara umum, cuaca diperkirakan cerah hingga cerah berawan sepanjang hari, tanpa potensi hujan yang signifikan.
“Sejak pagi hingga malam hari, kondisi atmosfer diperkirakan relatif stabil,” ujar Nasrol.
Pada pagi hari, suhu udara diperkirakan berkisar antara 24 hingga 28 derajat Celsius, dengan angin bertiup dari arah Timur berkecepatan sekitar 12 kilometer per jam dan kelembapan 78 persen.
Memasuki siang hari, cuaca diprediksi cerah berawan dengan suhu sekitar 29 derajat Celsius. Angin berhembus dari Timur Laut dengan kecepatan hingga 21 kilometer per jam, sementara kelembapan menurun menjadi sekitar 63 persen.
Pada malam hari, suhu udara diperkirakan turun menjadi 25 hingga 26 derajat Celsius, dengan kelembapan meningkat hingga 78 persen. Kondisi ini berpotensi membuat udara terasa lebih lembap.
BMKG menegaskan pentingnya pemanfaatan informasi prakiraan cuaca untuk mendukung berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, transportasi, pariwisata, dan dunia usaha.
Masyarakat juga diimbau untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca lokal yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (Hulwa)










