Dalami Motif Kejahatan, PK Bapas Banda Aceh Ikuti Seminar Bersama Prof. Koentjoro

- Aceh
  • Bagikan
Guru Besar Psikologi Universitas Gajah Mada, Prof. Drs. Koentjoro, M.Bsc., Ph.D., Psikolog, didampingi Ketua APSIFOR Wilayah Aceh, Haiyun Nisa., M.Psi. Waspada/ist
Guru Besar Psikologi Universitas Gajah Mada, Prof. Drs. Koentjoro, M.Bsc., Ph.D., Psikolog, didampingi Ketua APSIFOR Wilayah Aceh, Haiyun Nisa., M.Psi. Waspada/ist

BANDA ACEH (Waspada): Guru Besar Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM) didampingi Ketua APSIFOR Wilayah Aceh mengisi Seninar ‘Pembimbingan dan Intervensi Psikologi bagi Klien Pemasyarakatan, Selasa (5/12).

Seninar bertempat di Aula Bapas Kelas II Banda Aceh, hadir Guru Besar Psikologi Universitas Gajah Mada, Prof. Drs. Koentjoro, M.Bsc., Ph.D., Psikolog, didampingi Ketua APSIFOR Wilayah Aceh, Haiyun Nisa., M.Psi., Psikolog.

Seminar bertemakan Pembimbingan dan Intervensi Psikologi bagi Klien Pemasyarakatan. “Kegiatan ini diperuntukkan untuk seluruh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Wilayah Aceh, ” jelas Kepala Bapas Kelas II Banda Aceh Efendi, SH.

Untuk para PK Wilayah Banda Aceh seminar dihadiri langsung. Sementara untuk para PK lainnya yaitu di Lhokseumawe, Nagan Raya, dan Kutacane kegiatan diikuti secara daring.

Seminar dibuka dengan kata sambutan oleh Ketua IPKEMINDO Aceh, T. Riki Azhari, S.Psi., M.SI. Dlanjutkan dengan sambutan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Aceh, Yulius Syahruza, Bc.IP., S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Yulius menyampaikan bahwa dalam melaksanakan tugas, seorang pembimbing kemasyarakatan akan selalu berhubungan dengan individu, instansi dan juga lingkungan sosial yang erat kaitannya dengan Ilmu Psikologi. Sehingga seminar ini dapat membantu dalam menjalankan tugas tersebut.

Seminar berlangsung selama dua jam yang diisi perkenalan ilmu psikologi. Selanjutnya didominasi dengan tanya jawab.

Dari seminar tersebut dapat disimpulkan beberapa hal yaitu bahwa motif kejahatan, residivisme dan perbaikan diri klien pemasyarakatan adalah persoalan terkait perilaku dan proses mental manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Motif kejahatan sendiri dapat melalui by need (kebutuhan), by greed (rakus), by system (sistem yang salah), by opportunity (kesempatan). Sebagai pembimbing kemasyarakatan juga dibutuhkan mental yang baik karena menghadapi berbagai macam klien dengan keadaannya untuk itu dibutuhkan lingkungan sehat yang mendukung pekerjaan tersebut.(b08)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *