Dandim 0110/Abdya Silaturrahim Dengan Abu Dayah Manyang Puskiyai Aceh

- Aceh
  • Bagikan
Pimpinan Dayah Manyang Puskiyai Aceh Tgk H Farmadi ZA MSc, memberikan cendera mata berupa ‘Pasport Akhirat’, kepada Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Beni Maradona, saat berkunjung ke Dayah setempat. Senin sore (26/2).Waspada/Syafrizal
Pimpinan Dayah Manyang Puskiyai Aceh Tgk H Farmadi ZA MSc, memberikan cendera mata berupa ‘Pasport Akhirat’, kepada Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Beni Maradona, saat berkunjung ke Dayah setempat. Senin sore (26/2).Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Dandim 0110/Aceh Barat Daya (Abdya), Letkol Inf Beni Maradona, Senin sore (26/2), berkunjung ke Dayah Manyang Puskiyai Aceh, di Krueng Baru, Dusun Alue Trieng Gadeng, Desa Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil.

Kedatangan Dandim Beni dengan agenda silaturrahim hari itu, disambut langsung pimpinan Puskiyai Aceh, Tgk H Farmadi ZA MSc, atau lebih dikenal dengan panggilan Abu Dayah Manyang. Turut didampingi para ustadz dan pengurus dayah lainnya.

Dalam obrolan keakraban dengan ulama muda, yang juga pendakwah Asia Tenggara itu, Dandim Beni mengaku sangat terpesona dengan keindahan alam kompleks Dayah Manyang Puskiyai Aceh, yang terletak di atas perbukitan kaki gunung Sabil pinggir sungai Krueng Baru, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Selatan. “Luar biasa tempat ini, Insya Allah kami akan sering-sering kemari. Terima kasih Abu atas sambutannya,” kata Dandim kepada Abu Dayah Manyang.

Dandim 0110/Abdya Silaturrahim Dengan Abu Dayah Manyang Puskiyai Aceh

Sambil menjamu Dandim Beni dengan kelapa muda, juga irisan semangka, Abu Dayah Manyang Farmadi juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan Dandim 0110/Abdya ke Puskiyai Aceh. “Beginilah tempat kami pak Dandim. Semoga ini bukan kunjungan yang pertama dan terakhir. Jangan sungkan untuk datang ke tempat kami ini,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Abu Dayah Manyang Farmadi juga menguraikan metode pengajian yang ada di Dayah Manyang Puskiyai Aceh. Dimana, Dayah ini merupakan tempat belajarnya kaum ibu dan ayah, atau biasa di sebut warga emas. “Memang di Dayah ini kita tidak menerima santri seperti pesantren pada umumnya. Namun lebih kepada memberikan pendidikan agama Islam kepada kaum ibu dan ayah, untuk mengupgrade kembali Ilmu agama, agar kembali segar dan dapat mendekatkan, serta menghambakan diri kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Abu Dayah Manyang juga mendoakan Dandim Beni, agar senantiasa diberkahi umur, juga dilimpahkan rezki yang seluas-luasnya. “Sekali lagi, terimakasih atas kunjungan pak Dandim. Kami doakan agar pak Dandim diberi keberkahan umur dan rizki seluas-luasnya. Aamiin ya rabbal alamin,” demikian doa alumnus Ponpes Darussalam, Labuhan Haji dan alumnus Sains Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) itu.(b21)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *