Aceh

Dapur MBG Kadin Pidie, Gizi Terjaga Ekonomi Terasa

Dapur MBG Kadin Pidie, Gizi Terjaga Ekonomi Terasa
Warga lokal memasok paket bahan pangan ke Dapur MBG Kadin Pidie, menandai perputaran ekonomi rakyat yang tumbuh seiring berjalannya program pemenuhan gizi masyarakat, Selasa (27/1). Waspada.id/Muhammad Riza
Kecil Besar
14px

Suara azan menggema dari meunasah (surau) di Gampong (desa-red) Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie memanggil jiwa-jiwa untuk bersujud.

Lantunannya menyentuh kesadaran kolektif tentang kewajiban, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial. Ketika gema azan mereda, kehidupan pun bergerak. Di sudut gampong, sebuah dapur mulai menyala. Di sanalah ikhtiar sosial diterjemahkan menjadi kerja nyata Dapur SPPG Kadin Kabupaten Pidie.

Semangka segar dibeli langsung dari kebun petani lokal untuk kebutuhan Dapur MBG Kadin Pidie, menjadi bukti nyata keterlibatan petani dan perputaran ekonomi rakyat dari hulu ke hilir. Selasa (27/1).Waspada.id/Muhammad Riza

Pagi belum benar-benar tinggi ketika aktivitas dapur dimulai. Kepulan uap dari panci-panci besar mengisi ruangan. Puluhan tangan bekerja tanpa jeda menyiangi sayur, membersihkan ikan, menakar nasi, hingga menyusun porsi makanan yang akan didistribusikan hari itu.

Udang segar hasil tangkapan nelayan lokal dibeli langsung untuk kebutuhan Dapur MBG Kadin Pidie, memperkuat rantai ekonomi rakyat dari laut hingga dapur gizi masyarakat, Selasa (27/1).Waspada.id/Muhammad Riza

Di dapur sederhana ini, nilai ibadah dan kerja kemanusiaan bertemu. Hingga 26 Januari 2026, dapur ini telah melayani 2.693 penerima manfaat. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan potret ribuan anak sekolah, balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta tenaga pendidik yang setiap hari menggantungkan asupan gizi pada keberlanjutan program ini.

Di balik operasional dapur, Ketua Kadin Kabupaten Pidie Muhammad SP menyebut roda layanan digerakkan oleh tiga orang SPPI, Kepala SPPG, akuntan, dan ahli gizi yang memastikan dapur berjalan sesuai standar. Mereka dibantu 47 relawan dapur, warga lokal yang bekerja sejak subuh hingga makanan terakhir dibagikan.

Aktivitas belanja bahan pangan di pasar rakyat menjadi bagian dari rantai pasok Dapur MBG Kadin Pidie, sekaligus menghidupkan denyut ekonomi pedagang kecil di tengah gampong, Selasa (27/1). Waspada.id/Muhammad Riza

“Relawan dapur mendapat insentif harian antara Rp110.000 hingga Rp200.000 per orang,” ujar Muhammad SP, Selasa (27/1).

Namun dapur ini tidak hanya memberi makan ribuan perut. Ia juga menghidupkan denyut ekonomi rakyat di sekitarnya. Setiap hari, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar membuat dapur SPPG menyerap pasokan pedagang sayur, ikan, dan telur dari pasar-pasar lokal.

Bagi Nurmala, pedagang sayur di Pante Teungoh,Kota Sigli, dapur SPPG adalah kepastian di tengah kerasnya hidup harian. “Dulu jualan tergantung ramai pasar. Sekarang hampir tiap pagi sayur habis. Ada pemasukan tetap,” katanya sambil merapikan dagangannya.

Di sudut lain pasar, Rahman, pedagang ikan, merasakan manfaat serupa. “Kalau dapur pesan, jumlahnya jelas. Kami tidak terlalu waswas ikan sisa,” ujarnya.

Sementara Fatimah, pedagang telur, menilai keberadaan dapur SPPG memberi napas panjang bagi usaha kecil.

“Telur hampir tiap hari diambil. Yang penting ada kepastian beli, usaha bisa jalan,” katanya.

Kondisi dapur MBG Kadin Pidie tampak bersih dan steril, dilengkapi fasilitas sanitasi sesuai standar kebersihan sebagai bagian dari komitmen menjaga mutu dan keamanan pangan bagi penerima manfaat, Selasa (27/1).Waspada.id/Muhammad Riza

Dari dapur inilah uang berputar. Dari relawan ke pedagang, dari pedagang ke pasar, dari pasar ke rumah tangga. Program pemenuhan gizi yang lahir dari kebijakan sosial perlahan menjelma menjadi mesin ekonomi mikro di tingkat gampong.

Namun di balik kepulan asap dapur dan piring-piring yang terisi, ada pekerjaan rumah yang tidak kecil. Dengan skala penerima ribuan orang, keberlanjutan anggaran, transparansi pengelolaan, dan konsistensi distribusi menjadi kunci.

Tanpa itu, dapur bisa dingin, dan denyut ekonomi yang baru tumbuh bisa kembali melemah. Untuk saat ini, Dapur SPPG Kadin Kabupaten Pidie masih menyala.

Azan dari meunasah tetap memanggil. Dapur tetap mengepul dan di antara panggilan sujud dan kerja sosial, harapan ribuan warga Pidie terus dihidupkan setiap hari, dari dapur rakyat ini.

Muhammad Riza

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE