Deputi BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan, S.IP: “Penanganan Darurat Harus Segera”

- Aceh
  • Bagikan
Deputi BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan, S.IP: "Penanganan Darurat Harus Segera"
Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayor Jenderal TNI Fajar Setyawan, S.IP, Sabtu (30/12) siang di Gampong Jok, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara ditemani Dandim 0103/Aceh Utara, Camat Lhoksukon dan tokoh masyarakat memberikan keterangan pers kepada Waspada. Waspada/Maimun Asnawi

IRING-iringan mobil rombongan Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayor Jenderal TNI Fajar Setyawan, S.IP bersama dengan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr Drs Mahyuzar, M.Si dan Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letnan Kolonel Kav Makhyar serta sejumlah kepala SKPK terkait meluncur di Jalan Medan-Banda Aceh menuju Gampong (desa) Geumata, Kecamatan Lhoksukon, Sabtu (30/12) siang.

Ke gampong itu, Fajar Setyawan ingin melihat langsung tebing sungai yang amblas akibat luapan banjir bandang yang terjadi, Minggu (24/12). Bukan hanya tanggul sungai, salah satu rumah warga pun nyaris amblas ke sungai tersebut. Sampai di sana, Jenderal TNI itu bergegas melangkahkan kakinya pada bekas lumpur penuh semak belukar di belakang rumah warga di bantaran sungai.

Deputi BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan, S.IP: "Penanganan Darurat Harus Segera"

Sayangnya, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB itu tidak bisa mencapai titik lokasi yang ingin dilihat langsung karena lumpur yang dibawa banjir cukup tebal dan dalam. Untuk itu, rombongan berpindah ke lokasi yang lain di Gampong Meunasah Jok yang juga berada di Kecamatan Lhoksukon.

Di gampong itu, dia melihat tanggul sungai yang rawan jebol dan harus segera mendapatkan penanganan secara permanen. “Atas permintaan pimpinan, saya ditugaskan ke sini untuk melihat langsung dampak bencana banjir di wilayah Kabupaten Aceh Utara yang terjadi beberapa hari lalu, di mana ada korban yang meninggal, ada pengungsian juga ada kerusakan infrastruktur. Dan hari ini saya sudah melihat dan memang di sini telah terjadi banjir bandang yang sudah merugikan masyarakat,” sebut Mayor Jenderal TIN Fajar Setyawan saat diwawancarai Waspada di Gampong Meunasah Jok, Sabtu (30/12) siang.

Sebagai Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, kata dia, maka hanya memiliki kewenangan untuk persoalan kedaruratan seperti melakukan pemasangan karung berisi tanah pada tanggul sungai yang jebol. Dan selebihnya untuk penanganan permanen menjadi kewenangan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB, Jaswansyah, spd.M.A.P,MM.

Untuk pananganan darurat, kata dia, pihaknya, Sabtu (30/12) pagi di Pendopo Bupati Aceh Utara telah menyerahkan bantuan dana siap pakai senilai Rp.500 juta. Dan dana siap pakai itu sudah dapat dipergunakan untuk penanganan darurat juga untuk dana operasional petugas.“Dana siap pakai itu sudah ditransfer untuk Aceh Utara dan sudah bisa digunakan untuk pemasangan karung berisi tanah pada tanggul-tanggul sungai yang jebol,” sebutnya.

Deputi BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan, S.IP: "Penanganan Darurat Harus Segera"

Selain menyerahkan bantuan dana siap pakai, Fajar juga menyerahkan bantuan 2 unit tenda, 2 unit ligth tower, 5 unit generator set (genset), 1000 pack selimut, 1000 pack matras, 1000 pack makanan siap saji, 1000 pack hiygiene kit, dan 1000 pack Sembako.“Bantuan-bantuan itu kita berikan untuk memenuhi kebutuhan dasar agar masyarakat yang terdampak bencana banjir tidak kesulitan dalam masalah makanan,” katanya.

Selebihnya untuk persoalan pedangkalan sungai dan tanggul sungai yang jebol untuk ditangani secara permanen akan dilaksanakan oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB. Oleh mereka nantinya akan dilaksanakan medikasi struktural.

Fajar Setyawan kepada Waspada mengaku tahu bahwa bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara sudah menjadi trend pada setiap akhir dan awal tahun dan bencana banjir tahunan ini tidak bisa dihindari, karena memang curah hujan yang cukup tinggi. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh komponen mulai TNI/Polri, BPBD, Dinas PU dan lainnya untuk segera mengambil langkah penanganan sementara dan penanganan permanen.

Nantinya, kata Fajar, untuk penanganan permanen, pihaknya akan mengusung persoalan ini ke Pusat untuk dikomunikasikan dengan kementerian terkait. Sehingga nantinya bisa diambil langkah-langkah, supaya jika terjadi banjir di kemudian hari, maka dampak yang ditimbulkan oleh bencana tersebut menjadi kecil. “Bencana itu tidak mungkin dihindari tetapi kita bisa memperkecil dampak dari bencana tersebut,” katanya.

Kemudian, lanjut Fajar, sebelum turun ke Kabupaten Aceh Utara, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kalaksa BPBA di Provinsi Aceh dan mereka telah berjanji pada tanggal 2 Januari 2024 dengan melibatkan Dinas PU Provinsi Aceh turun langsung ke Aceh Utara.

Deputi BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan, S.IP: "Penanganan Darurat Harus Segera"

“Nantinya di Aceh Utara mereka akan melihat mana objek yang menjadi kewenangan provinsi dan mana yang menjadi kewajiban dari Pemerintah Pusat. Dengan cara begitu masyarakat akan segera tertolong dan masyarakat tidak terlalu lama menderita. Dan terakhir saya berpesan untuk masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk selalu waspada dan siap siaga ketika hujan lebat terus menerus, jika terjadi banjir langsung mengungsi agar tidak jatuh korban jiwa,” pesan Mayor Jenderal TNI itu.

Sebelum bertolak ke Jakarta, Fajar Setyawan sempat singgah dan mengecek stok obat dan layanan kesehatan di Posko Kesehatan dekat jembatan Lhoksukon. Dia juga mempertanyakan keikutsertaan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara dalam memenuhi stok obat untuk warga yang terdampak banjir bandang di Aceh Utara.

Hadir dalam kunjungan tersebut, Kalaksa BPBD Aceh Utara, Asnawi, kepala Dinas PUPR, Jafar, Kepala Dinas Perkim, Ahmad Faisal, Camat Lhoksukon dan sejumlah tokoh masyarakat.

Maimun Asnawi, S.Hi.,M.Kom.I

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *