BANDA ACEH (Waspada.id): Dewan Dakwah Aceh (DDA) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap keempat kepada masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor, pada Rabu, (14/01/26). Penyaluran bantuan kali ini menjangkau wilayah Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Tamiang, serta Kota Langsa.
Ekspedisi bantuan ke wilayah Aceh Tengah dipimpin oleh Drs. Tgk. Mukhtarullah (Abah), didampingi oleh Tgk. Suwardi, Ust. Asyraf Abdul Syukur, dan Ust. Daniel Rinanda. Kegiatan ini turut dibantu oleh pengurus Dewan Dakwah Aceh Tengah, antara lain Harun Manzola, Alam Syuhada, Tgk. Amri, dan sejumlah relawan lainnya.
Sementara itu, pendistribusian bantuan ke wilayah timur Aceh, meliputi Aceh Tamiang (Seruway dan Kampung Dalam) serta Kota Langsa, dilaksanakan oleh Ust. Sahal (Dewan Dakwah Aceh) bersama Ust. Afrizal Revo (Dewan Dakwah Kota Langsa).
Ketua Dewan Dakwah Aceh, Prof. Dr. Tgk. Muhammad AR, M.Ed, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam aksi kemanusiaan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan relawan yang telah mengulurkan tangan membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Amanah ini kami salurkan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan agar benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Prof. Muhammad AR.
Ia juga menyampaikan penghargaan khusus kepada para donatur, di antaranya Ibu-Ibu Arisan Happy Madame Jakarta, Prof. Dr. Fadhilah binti Abdullah (Malaysia), saudara-saudara dari Sudan, serta para dermawan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
“Semoga Allah SWT melipatgandakan balasan atas setiap kebaikan dengan rezeki yang halal dan menjadikannya sebagai amal jariyah serta saham untuk kehidupan akhirat kelak. Dewan Dakwah Aceh akan terus siap menjadi perantara penyaluran bantuan umat bagi masyarakat yang tertimpa musibah,” tambahnya.
Guru Besar UIN Ar-Raniry menjelaskan, pada tahap keempat ini, bantuan yang disalurkan di Aceh Tengah berupa peralatan sekolah, seperti tas sekolah, buku tulis, penghapus, tipeks, pensil, pulpen, penggaris, serta makanan ringan bagi anak-anak Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD). Bantuan tersebut sangat berarti bagi anak-anak korban bencana yang kehilangan rumah, sekolah, dan perlengkapan belajar akibat tertimbun lumpur, serta kini tinggal di tenda-tenda darurat.
Adapun bantuan untuk wilayah Aceh Tamiang dan Kota Langsa meliputi beras, minyak goreng, telur, tikar, dan kelambu, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat mengingat proses pemulihan pascabencana hingga kini belum sepenuhnya tertangani secara optimal.
Hingga lebih dari satu setengah bulan pasca kejadian, persoalan lumpur masih menjadi tantangan besar di hampir seluruh wilayah yang terdampak. Keterbatasan alat berat, tempat pembuangan material, serta kondisi cuaca memperlambat proses pembersihan. Oleh karena itu, kebutuhan akan alat berat, hunian sementara (huntara), dan hunian tetap (huntap) masih sangat mendesak.
“Dewan Dakwah Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendoakan serta mendukung upaya percepatan pemulihan, seraya berharap bantuan Allah SWT dan memberikan perlindungan, kekuatan, dan kemudahan bagi seluruh korban serta para relawan yang bekerja di lapangan,” pungkasnya.(id66)
















