SIGLI (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Pidie terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang melanda awal Januari 2026.
Di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, pembangunan huntara telah mencapai sekitar 60 persen per Minggu, 4 Januari 2026. Demikian pantauan Waspada, Selasa (6/1).
Huntara ini terdiri dari 12 unit barak, masing-masing berukuran 9 x 4 meter. Konstruksi setiap unit menggunakan pondasi beton cyclope/pondasi impak, kolom dan rangka atap dari baja canal C 75 type box, penutup atap seng spandek, lantai multitriplek 18 mm, serta dinding polywood 6 mm. Pemasangan fasilitas pendukung seperti MCK dan sarana air bersih juga dilakukan agar warga dapat menjalani kehidupan sementara dengan layak.
Sekretaris Daerah Pidie, drs Samsul Azhar, beberapa waktu lalu, menegaskan bahwa huntara disiapkan bagi warga yang rumahnya hancur total atau rusak berat dan tidak layak huni, terutama di kawasan rawan bencana.
“Pembangunan berjalan lancar meski terkadang cuaca menghambat. Hingga kini progres telah mencapai lebih dari separuh dari target, dan kami berharap dapat segera menuntaskan seluruh unit untuk menampung warga yang terdampak,” kata Samsul.
Menurut Samsul, huntara merupakan solusi sementara sebelum warga direlokasi ke hunian tetap yang telah disiapkan pemerintah di lokasi aman. Selain menyediakan tempat tinggal, pemerintah daerah juga menyiapkan sarana pendukung seperti MCK dan akses air bersih, guna menjaga kesehatan dan sanitasi warga selama menempati huntara.
Pembangunan huntara Blang Pandak didanai melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), anggaran khusus yang dialokasikan untuk penanganan kondisi darurat kebencanaan. “BTT memungkinkan kita memenuhi kebutuhan mendesak dan darurat secara cepat, tanpa harus menunggu prosedur anggaran biasa yang lebih panjang,” jelas Samsul.
Tokoh masyarakat setempat, Drs. M. Isa Alima, menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah daerah. “Huntara ini bukan sekadar bangunan, tetapi juga simbol kepedulian pemerintah terhadap warga yang terdampak. Kita harus saling membantu, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, ‘Barangsiapa menolong saudaranya di saat kesulitan, Allah akan menolongnya di hari kesulitan’ (QS. Al-Ma’idah: 2),” ujarnya.

Warga setempat, menyambut baik pembangunan huntara. “Senang rasanya, meski rumah kami hancur, setidaknya ada tempat tinggal sementara yang layak. Anak-anak bisa tidur dengan tenang,” katanya. Sementara itu, warga lainnya berharap proses pembangunan dapat selesai secepat mungkin agar kehidupan mereka kembali normal.
Banjir bandang yang melanda Pidie 26 November 2025, menimbulkan kerusakan luas. Banyak rumah warga terdampak, dan infrastruktur gampong (desa) mengalami kerusakan berat. Pemerintah daerah, bersama unsur TNI, Polri, dan relawan, terus berupaya menanggulangi dampak bencana, mulai dari evakuasi, distribusi bantuan, hingga pembangunan huntara bagi warga terdampak.
“Seperti sabda Rasulullah SAW, ‘Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, tetapi pada keduanya ada kebaikan’ (HR. Muslim). Maka mari kita saling membantu dan memperkuat saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” kata Isa Alima menambahkan.
Dengan progres pembangunan huntara yang kini telah mencapai 60 persen, diharapkan warga yang kehilangan tempat tinggal dapat segera menempati hunian sementara, sehingga kehidupan mereka sedikit lebih stabil sambil menunggu rehabilitasi pascabanjir tuntas. (id69)











