LANGSA (Waspada): Di tengah guyuran hujan dan kondisi Krueng (sungai-red) Langsa yang meluap, Tim gabungan SAR, TNI/Polri, BPBD dibantu warga mulai menyisir sepanjang aliran sungai untuk mencari korban pelajar SMA yang terseret arus sungai dan tenggelam saat mandi bersama rekan-rekannya di bawah titi Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Jumat (21/10).
Korban pelajar SMA tersebut bernama, Muhammad Nabil, 17, kelas 2 SMA, warga Desa Tualang Tengoh Kecamatan Langsa Kota yang saat itu mandi-mandi di sungai saat krueng Langsa sedang meluap akibat hujan deras sejak Kamis (20/10) dan terseret derasnya arus sungai.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh, Ibnu Haris Al Husain, S.Si melalui Koordinator SAR Langsa, Aulia Rahman menjelaskan, pihaknya sudah stand by di lokasi kejadian begitu mendapat informasi dengan menyiagakan 1 Unit Rescue Car, 1 Unit LCR, 1 Set Pal Selam, Pal SAR Air, Pal Komunikasi Responder Bag + APD Covid-19 .
Diungkapkan Aulia, pencarian korban melibatkan tim gabungan terdiri dari Pos SAR Langsa (8 personel), Polsek Langsa Kota (3 personel), Koramil Langsa Kota (2 personel), Satgas SAR Langsa (10 personel), BPBD Langsa (7 personel) dan Masyarakat.

“Saat ini tim mulai mencari dari titik awal korban terseret arus sampai ke hilir sungai. Selain itu, tim juga mengalami kesulitan karena arus sungai yang cukup deras karena banjir besar, ditambah kondisi cuaca yang masih turun hujan,” sebutnya.
Sementara Kabag Ops Kompol Dheny Firmandika, S.Ab. SIK yang sebelumnya turun ke lokasi kejadian bersama jajaran, pihak BPBD dan tim SAR mengaku, memang situasi arus sungai deras kali dan gelap.
“Saya menghimbau kepada warga terkhusus kepada orangtua agar melarang anak-anaknya untuk berenang atau bermain air di sungai maupun aliran banjir, mengingat cuaca ekstrim dan arus air yang cukup deras,” sebutnya.

Pihaknya juga mendoakan agar korban segera ditemukan secepatnya. “Semoga segera ditemukan atas ridho Allah SWT, aamiin,” pinta Kabag Ops Kompol Dheny Firmandika, S.Ab. SIK.
Sementara informasi di lapangan, tim gabungan terpaksa pencarian korban dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang hujan, selain itu arus sungai yang deras. Selain itu, mesin boat yang sangkut di rerumputan dikarenakan jarak pandang yang cukup gelap. (b13)











