BLANGPIDIE (Waspada.id): Dugaan praktik penimbunan BBM subsidi jenis solar, di kawasan tambang rakyat Desa Alue Peunawa, Kecamatan Baba Rot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), memicu gerak cepat aparat kepolisian.
Isu ini menyedot perhatian karena menyangkut potensi penyalahgunaan energi subsidi yang selama ini rawan diselewengkan.

Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto SH SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Wahyudi Jumat (104) mengungkapkan, Tim Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Abdya, yang dipimpin IPTU Deva Reynaldi Wirsa, bersama personel gabungan melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Kamis (9/4) lalu, sekitar pukul 14.00 WIB.
Menurutnya, langkah ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat, terkait dugaan adanya penimbunan solar subsidi, di area tambang milik warga.

Kasat Wahyudi menambahkan, petugas menyisir seluruh area yang dicurigai, mulai dari lokasi tambang, bangunan, kendaraan hingga wadah penampungan, seperti jerigen, drum dan tangki. Pemeriksaan dilakukan secara detail, untuk memastikan ada atau tidaknya praktik ilegal yang merugikan negara tersebut.
Hasilnya, aparat belum menemukan indikasi penimbunan. Tidak ada tanda-tanda penyimpanan BBM dalam jumlah besar di lokasi. Klarifikasi terhadap pemilik tambang dan masyarakat sekitar, juga menguatkan bahwa pasokan solar yang masuk masih sebatas kebutuhan operasional. “Namun demikian, kepolisian tidak serta-merta menutup dugaan tersebut. Proses penyelidikan (lidik) terhadap rantai distribusi BBM subsidi, masih terus berjalan, guna memastikan tidak ada celah penyimpangan,” tegasnya.

Polri menegaskan bahwa, pengawasan terhadap BBM subsidi merupakan bagian dari tanggung jawab negara, yang tidak bisa ditawar. Penyalahgunaan solar subsidi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak pada ketimpangan distribusi energi yang seharusnya dinikmati masyarakat luas.
Sebagai langkah tegas, aparat akan melakukan pemantauan berkala di lokasi rawan, memperkuat koordinasi dengan pihak SPBU dan pemerintah daerah, serta menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik penimbunan.“Pengawasan akan terus diperketat. Kami tidak memberi ruang bagi penyalahgunaan BBM subsidi dalam bentuk apa pun,” tegas Kasat Wahyudi kembali.
Terakhir, Wahyudi menyampaikan kondisi ketersediaan BBM subsidi di wilayah Abdya saat ini masih terpantau aman dan tidak terjadi kelangkaan. “Meski begitu, kami mengharapkan pentingnya peran aktif masyarakat, dalam melaporkan setiap indikasi pelanggaran,” demikian Kasat Reskrim Wahyudi.
Langkah cepat ini menjadi sinyal kuat bahwa, aparat serius mengawal distribusi BBM subsidi, agar tepat sasaran, serta memastikan praktik-praktik ilegal tidak berkembang, di balik aktivitas tambang rakyat.(id82)










