Aceh

Dinas PUPR Aceh Intensifkan Pembersihan Longsor Ruas Peureulak–Lokop–Batas Gayo Lues

Dinas PUPR Aceh Intensifkan Pembersihan Longsor Ruas Peureulak–Lokop–Batas Gayo Lues
Pembuatan jalan sementara di Kilometer 83+800 dengan menggunakan satu unit excavator, serta mengintensifkan pembersihan longsoran yang menutupi badan jalan. (Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

IDI (Waspada.id): Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh terus mengintensifkan penanganan longsoran pada ruas Jalan Provinsi Peureulak–Lokop–Batas Gayo Lues. Hingga Sabtu (10/1), upaya pembersihan dan pembukaan akses jalan menunjukkan progres signifikan dan hampir menembus jalur penghubung Aceh Timur menuju perbatasan Kabupaten Gayo Lues.

Berdasarkan laporan lapangan, tim PUPR Aceh melaksanakan pembuatan jalan sementara di Kilometer 83+800 dengan menggunakan satu unit excavator. Selain itu, pembersihan longsoran yang menutupi badan jalan dilakukan secara intensif di sejumlah titik rawan longsor.

Adapun lokasi pembersihan meliputi Kilometer 98+400, 98+450, 98+500, 98+550, 99+100, 99+500, 100+000, 100+150, 100+200, serta Kilometer 101+100, 101+200, 101+250, 101+300, dan 101+350.

Untuk mendukung pekerjaan tersebut, PUPR Aceh mengerahkan alat berat dalam jumlah besar, terdiri dari tiga unit excavator, tiga unit bulldozer D7, dan satu unit motor grader. Secara keseluruhan, rekap alat berat yang beroperasi di ruas ini mencapai lima unit excavator, empat unit bulldozer yang terdiri dari tiga unit PUPR Aceh dan satu unit swasta, serta satu unit motor grader milik PUPR Aceh.

Dari hasil pekerjaan di lapangan, pembersihan longsoran pada sejumlah titik telah berhasil diselesaikan, di antaranya Kilometer 98+400 hingga 98+550, Kilometer 99+100 dan 99+500, Kilometer 100+000 hingga 100+200, serta Kilometer 101+100 hingga 101+250. Pekerjaan terus dilanjutkan untuk menyelesaikan titik-titik longsoran yang tersisa.

Meski demikian, tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala, seperti terputusnya jaringan komunikasi seluler, ketiadaan pasokan listrik, serta keterbatasan konsumsi karena lokasi yang cukup jauh dari permukiman. Kondisi cuaca juga menjadi tantangan, dengan cuaca mendung pada pagi hingga siang hari dan hujan yang turun pada sore hari.

Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir. Mawardi, ST, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada seluruh tim yang bekerja di lapangan. Ia menegaskan bahwa penanganan ruas Peureulak–Lokop–Batas Gayo Lues merupakan prioritas karena perannya yang strategis dalam menghubungkan Aceh Timur dengan wilayah Gayo Lues.

“Meski dihadapkan pada keterbatasan akses, cuaca, dan kondisi lapangan yang berat, kami tetap optimis pekerjaan ini dapat segera diselesaikan. Saya mengapresiasi semangat dan kerja keras seluruh tim PUPR Aceh serta pihak terkait yang terus berjuang di lapangan,” ujar Mawardi, Minggu (11/1).

Ia menambahkan, PUPR Aceh akan terus mengerahkan sumber daya yang ada dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar akses jalan ini dapat segera difungsikan secara optimal.

“Target kita adalah memastikan konektivitas masyarakat kembali pulih. Jalan ini sangat penting untuk mobilitas warga dan distribusi logistik. Insya Allah, dengan kerja bersama dan dukungan semua pihak, ruas ini segera dapat dilalui dengan aman,” tambahnya.

Dengan progres yang terus berjalan, ruas Jalan Peureulak–Lokop–Batas Gayo Lues kini hampir sepenuhnya terbuka dan diharapkan dalam waktu dekat kembali menghubungkan Aceh Timur dengan perbatasan Gayo Lues, sekaligus mendorong pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat. (id65)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE