Aceh

Dinas PUPR Aceh Lakukan Terobosan Akses Jalan Pulopaya–Trumon Pasca Banjir dan Longsor

Dinas PUPR Aceh Lakukan Terobosan Akses Jalan Pulopaya–Trumon Pasca Banjir dan Longsor
Ekskavator yang sedang bekerja untuk pengendalian dan penanganan terobosan akses jalan provinsi yang terdampak bencana banjir dan longsor.di Aceh Selatan. (Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

TAPAKTUAN (Waspada.id): Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh terus melakukan upaya pengendalian dan penanganan terobosan akses jalan provinsi yang terdampak bencana banjir dan longsor. Pada Selasa, (13/1), penanganan difokuskan pada ruas Jalan Pulopaya–Trumon–Batas Kabupaten Aceh Singkil, yang merupakan salah satu jalur vital bagi mobilitas masyarakat di wilayah pesisir selatan Aceh.

Pada kegiatan ini, tim PUPR Aceh melakukan survei terhadap sejumlah jembatan yang mengalami putus total, masing-masing di STA 52+550, STA 54+525, dan STA 54+900. Jembatan tersebut meliputi Jembatan Keutapang II, Jembatan Ketapang III, dan Jembatan Wak Rege. Untuk menjangkau lokasi, tim harus melakukan penyeberangan sungai menggunakan perahu karena akses darat belum dapat dilalui.

Petugas PUPR Aceh melkukan survey pada ruas jalan Pulo Raya Trumon – perbatasan Aceh Singkil yang akan dilakukan terobosan. (Waspada.id/Ist)

Selain survei, PUPR Aceh juga melaksanakan pelansiran material dan panel Jembatan Bailey dari lokasi Jembatan Suak Ameh II menuju lokasi Jembatan Keutapang I dengan jarak sekitar 3,9 kilometer. Material ini dipersiapkan sebagai bagian dari pembangunan jembatan darurat guna membuka kembali konektivitas wilayah yang terputus.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, PUPR Aceh mengerahkan satu unit excavator milik swasta dan satu unit trado crane milik Dinas PUPR Aceh, dengan dukungan tujuh orang pekerja lapangan. Hingga akhir kegiatan, progres pengangkutan dan pelansiran panel Jembatan Bailey telah mencapai sekitar 50 persen.

Untuk rencana kegiatan pada Rabu (14/1), tim menargetkan penyelesaian pengangkutan panel Jembatan Bailey hingga 100 persen, sekaligus melakukan penyiapan lahan dan memulai proses pemasangan serta perakitan jembatan darurat di lokasi.

Meski demikian, pekerjaan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya terputusnya jaringan komunikasi seluler, tidak tersedianya aliran listrik, serta jarak lokasi konsumsi yang cukup jauh. Cuaca cerah dengan kondisi panas terik dari pukul 08.00 hingga 17.30 WIB turut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Salah satu ruas jalan Pulo Raya Trumon – batas Aceh Singkil yang akan dilakukan terobosan, (Waspada.id/Ist)

Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir. Mawardi, ST, menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim yang tetap bekerja optimal di tengah keterbatasan. Ia menegaskan komitmen PUPR Aceh untuk segera membuka kembali akses masyarakat.

“Ruas Pulopaya–Trumon–Aceh Singkil merupakan jalur penting bagi aktivitas warga dan distribusi logistik. Walaupun kondisi di lapangan cukup berat, kami tetap berupaya maksimal agar akses ini bisa segera terbuka kembali melalui pemasangan jembatan darurat. Kami optimistis, dengan kerja sama semua pihak, penanganan ini dapat berjalan sesuai rencana,” ujar Mawardi di Banda Aceh, Rabu (14/1).

PUPR Aceh memastikan penanganan darurat akan terus dilanjutkan secara bertahap dan terkoordinasi, dengan mengutamakan keselamatan petugas serta masyarakat, hingga konektivitas wilayah dapat pulih kembali secara optimal. (id65)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE