Direktur BUMD Fauzi: Progres KSO TRE Telah Disampaikan Ke Bupati Aceh Tamiang

- Aceh
  • Bagikan
Direktur BUMD PT Kwala Simpang Petroleum. Waspada/Ist
Direktur BUMD PT Kwala Simpang Petroleum. Waspada/Ist

ACEH TAMIANG (Waspada): Direktur BUMD PT Kwala Simpang Petroleum, Fauzi menyampaikan,bahwa KSO PT Tamiang Raya Energi (TRE) yang mengelola sumur minyak dengan lokasi Kuala Simpang Timur – Bukit Tiram telah memberikan laporan terkait pengelolaan selama bulan Desember 2023.

“Laporan itu disampaikan secara resmi kepada Bupati Aceh Tamiang melalui surat Nomor : 06.03/KSO-TRE/E/I/2024 pada 5 januari 2024,” terang Fauzi, Direktur BUMD PT Kwala Simpang Petroleum kepada Waspada Selasa (9/1) di Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed.

Fauzi menyebutkan,dalam surat tersebut antara lain disampaikan beberapa hal terkait progress KSO Tamiang Raya Energi yaitu, proses serah terima lapangan Kuala Simpang Timur – Bukit Tiram sudah dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2023 dari Pertamina EP ke KSO Tamiang Raya Energi.

Fauzi menjelaskan,sesuai berita acara serah terima dan minute of meeting, production report sumur yang berpotensi produksi saat ini adalah KST 22 dan KST 30, dimana berproduksi dengan menggunakan pompa angguk / SRP dan untuk proses penampungan menggunakan 2 tangki kapasitas 125 barel dan kapasitas 180 barel berikut engine motor penggeraknya.

“Unit – unit tersebut pinjam pakai dari aset Pertamina EP Field Rantau dan selama pinjam pakai pekerjaan maintenance dilakukan oleh KSO TRE,”ungkap Fauzi seraya mengatakan,hasil produksi KST 30 menghasilkan minyak dari test sample kadar air 90% dan minyak 10%, akan dilakukan evaluasi oleh team geologi.

Selanjutnya akan dilakukan well service hasil produksi KST 22 menghasilkan minyak emulsi ( warna coklat susu) dari beberapa sampel yang diambil dan dilakukan uji dengan chemical demulsifier menunjukan persentase minyak 60% dan air 40% secara rata rata. “Terhadap sumur KST 12 telah dilakukan uji test tekanan dan terbaca 300 PSI dan diambil sampel dengan hasil minyak 100% kondensat,”ujar Fauzi.

Meskipun demikian, BUMD PT Kwala Simpang Petroleum tetap komitmen agar Pemkab Aceh Tamiang bisa mendorong terlaksananya diskusi publik terkait pengelolaan migas pada lapangan KST-Bukit Tiram tersebut, “Kita tidak bisa terpaku pada laporan,tapi harus kita tahu bagaimana kelanjutan dari pengelolaan migas oleh PT TRE,”sebut Fauzi.

Ditegaskannya,forum diskusi ini dirasakan sangat penting sehingga bisa menjawab tantangan di masyarakat, termasuk kendala yang dihadapi oleh PT TRE. “Jika berjalan baik maka publik juga harus tahu berapa hasil produksi,rencana kerja tahun 2024, termasuk dalam proses rekrutmen tenaga kerja yang harus mengutamakan tenaga kerja lokal yakni warga Aceh Tamiang,” tegas Fauzi.

Namun, hal paling penting lagi adalah sebagaimana tertuang di dalam rencana kerja anggaran yang sudah di setujui oleh Pertamina EP untuk segera direalisasikan, dan di dalam pelaksanaannya diharapkan tetap berkoordinasi dengan BUMD dengan mengutamakan para kontraktor lokal yang ada di Aceh Tamiang.

“Terkait laporan keuangan perusahaan PT TRE yang diaudit selama tahun 2023 dan laporan bulanan dapat juga di sampaikan kepada BUMD, mengingat posisi BUMD adalah sebagai pemegang saham mayoritas atau pengendalinya,”tegas Fauzi lagi.

Fauzi menambahkan,pihaknya mendukung investasi migas yang dilaksanakan PT TRE, maupun perusahaan lainnya untuk kemajuan Aceh Tamiang, terlebih lagi dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat. “Tidak tertutup kemungkinan upaya membangun kemajuan daerah tetap melibatkan berbagai unsur elemen masyarakat,selain instansi pemerintah,swasta dan BUMN,”pungkas Fauzi.(b15).

  • Bagikan