“Berapa pun bantuan yang kami berikan, pasti tidak mampu menggantikan rasa duka, sedih dan rasa kehilangan yang dialami oleh masyarakat Aceh akibat terjadinya bencana hidrometeorologi. Kami doakan Aceh segera pulih dan PIM dapat segera memperlebar kawasan industri di Aceh Utara.”
ADA ungkapan puitis yang dapat menggambarkan kondisi sebuah daerah agar dapat segera keluar dari keterpurukan, kesulitan dan bahkan dari kegagalan yaitu untuk bangkit harus tenggelam lebih dulu.
Pada tanggal 26 November 2025, Aceh benar – benar tenggelam dalam duka akibat dilanda bencana banjir bandang bercampur lumpur mulai dari hulu sampai ke hilir. Longsor dan banjir tersebut juga menyeret ribuan batang kayu gelondongan hingga merusak dan menghancurkan rumah – rumah warga, lahan perkebunan, sawah, dan berbagai fasilitas umum.
Akibat bencana banjir bandang tersebut, warga Aceh mengalami gangguan kehidupan dan gangguan penghidupan. Untuk meringankan beban warga, pascabencana, PT Pupuk Indonesia (Persero), pada hari Rabu, tanggal 26 November 2025, meminta direksi PIM untuk segera melakukan perbaikan pada jaringan air bersih.
Karena di daerah bencana, air bersih menjadi sebuah tantangan tersendiri. Begitupun, untuk memperbaiki kondisi jaringan yang rusak, PIM membutuhkan waktu hingga dua minggu.
“Setelah seluruh jaringan yang rusak berhasil diperbaiki, pada tanggal 11 Desember 2025, suplai air bersih kembali normal. Dan saya perintahkan kepada direksi PIM, seluruh akses air bersih yang dibutuhkan masyarakat dapat dipakai, karena di daerah terjadi bencana, persoalan air bersih menjadi tantangan,” sebut Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi kepada Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, Rabu, tanggal 14 Januari 2026 di Pendopo Bupati Aceh Utara yang ada di Lhokseumawe.
Kemudian, Rahmad Pribadi, di hadapan Plt. Sekda Aceh Utara, Jamaluddin dan juga di hadapan para kepala dinas menyebutkan, tiga hari setelah banjir, tepatnya pada hari Sabtu, tanggal 29 November 2025, dirinya bersama seluruh karyawan PT Pupuk Indonesia, secara swadaya melakukan pengumpulan donasi untuk dikirimkan ke Aceh.
PT Pupuk Indonesia (Persero), kata Rahmad, juga diberi tanggungjawab untuk membantu daerah lainnya di Aceh. Namun, kata dia, Aceh Utara menjadi fokus utama karena Aceh Utara merupakan daerah tempat pabrik PIM beroperasi.
“Sebelum hari ini, bantuan Sembako juga sudah kita salurkan dan ini akan kita lakukan terus menerus. Namun, kami berharap dari sedikit bantuan yang sudah dan yang akan kita berikan bisa mengurangi beban masyarakat,” sebutnya.

Rekontruksi Masjid Di Langkahan
Selain menyalurkan Sembako, PT Pupuk Indonesia (Persero), pada hari, Rabu, tanggal 14 Januari 2026, juga ikut membantu 7 tanki air bersih untuk keperluan membersihkan dan melakukan rekontruksi masjid di Kecamatan Langkahan. “Berbagai bantuan akan kita berikan untuk seterusnya dan seterusnya.”
Rencana Cetak Sawah Tertimbun Lumpur
Hari ini, Kamis, tanggal 15 Januari 2026, sebut Rahmad Pribadi, pihaknya bersama dengan direksi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) ikut menemani Mensteri Pertanian, Amran Sulaiman dan juga Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto yang datang berkunjung ke Gampong Paloh Raya, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.
Mentan dan Ketua Komisi IV DPR RI ke Aceh Utara untuk melihat kondisi kerusakan lahan pertanian akibat banjir bandang.
“Kami sudah melihat areal pertanian, banyak sekali sawah yang tertimbun lumpur, yang nanti cetak sawahnya akan dibantu oleh pemerintah dan ini brangkali akan disampaikan oleh Pak Mentan. Kami akan berkoordinasi dengan Pak Mentan, karena sawah yang tertimbun lumpur butuh penanganan khusus,” sebut Rahmad.
Warga Aceh Selalu Di Hati
Pada pertemuan tersebut antara pihaknya dengan Pemkab Aceh Utara di Pendopo Bupati Aceh Utara di Kota Lhokseumawe, orang nomor satu di PT Pupuk Indonesia (Persero) ini juga mengatakan, bahwa warga Aceh selalu di hati. Baik ketika Aceh dan PIM sedang jaya – jayanya maupun saat sedang berduka seperti yang terjadi saat ini.
Karena itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia ini, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas berbagai macam kesulitan yang dialami oleh bupati dan masyarakat Aceh Utara.
“Kami mendoakan, khususnya bapak sebagai pemimpin, Allah berikan kesehatan, kekuatan dan mendapat petunjuk Allah SWT, supaya bisa membawa seluruh masyarakat Aceh Utara keluar dari kesulitan yang ada.”
Rahmad Pribadi berharap, dampak yang ditimbulkan dari bencana ini segera tertangani dan bencana serupa tidak terulang kembali. Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan mengelola hutan dan lingkungan dengan sebaik – baiknya.
“Dari bencana ini kita belajar untuk menjaga alam dengan baik. Dan saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Pak Sekda, kita tidak bisa berdoa supaya gunung yang ada di Takengon, Aceh Tengah, dipindahkan ke tempat lain. Tapi kita bisa menjaga lingkungan dengan mengelola alam dengan baik,” ucapnya.
Butuh Dukungan Bupati Untuk Rencana Besar PT PIM
Ke depan, kata Rahmad Pribadi, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) akan meneruskan rencana – rencana besarnya. Dan mungkin, kata Rahmad, rencana ini nantinya akan disebutkan secara spesifik kepada Bupati Aceh Utara, karena lahan – lahan PIM yang ada banyak berkurang.
“Untuk keinginan ini kami membutuhkan dukungan penuh dari Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil. Kami akan memperlebar kawasan industri menjadi lebih besar. Saya tahu ada potensi – potensi di sana. Untuk ini, nanti secara spesifik akan dijelaskan sambil jalan,” demikian Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero).

Ismail A. Jalil, PIM 3 Harus Di Aceh Utara
Saat ini, di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara sudah berdiri megah dan beroperasi PIM 1 dan PIM 2. Ke depan, ada informasi, PT Pupuk Indonesia akan membangun PIM 3 di kawasan tersebut. Dan jika rencana ini benar – benar akan dilaksanakan, maka orang nomor satu di Aceh Utara ini meminta PIM 3 tetap dibangun di Aceh Utara.
“Sebagai bupati, saya mengucapkan terima kasih banyak atas berbagai bantuan yang telah dan akan diberikan kepada warga Aceh Utara yang terdampak bencana banjir bandang. Selanjutnya, kami berharap, PIM 3 tetap dibangun di Aceh Utara,” sebut Ismail A. Jalil yang akrab disapa Ayahwa.
Pantauan Waspada.id, hadir pada kesempatan itu, seluruh kepala dinas dalam lingkungan Kabupaten Aceh Utara, Direktur Utama PIM, Filius Yuliandi, Direktur Operasi dan Produksi, Zulyan Imansyah.
Selanjutnya, Direktur Keuangan dan Umum, Koko Sudiro, Direktur Manajemen Risiko, Maimun, Sekper Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, Sekper PIM,Syahrul Kamal.
Kemudian juga ikut hadir VP TJSL Pupuk Indonesia, Henny Eka Mardiyanti dan VP Pengelolaan TJSL. (WASPADA.id/Maimun Asnawi, S.Hi.,M.Kom.I)










