TAPAKTUAN (Waspada.id) : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Selatan resmi menggunakan Internet Banking Corporation (IBC) untuk transaksi pembayaran kegiatan Sekolah yang dibiayai dari Sumber Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Selatan Zikri, S.Pd didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP Debi Sunandar, S.Pd.I dan Kepala Bidang Pembinaan SD T. Rismarjon, S.Pd, mengatakan, kebijakan transaksi non-tunai tersebut selain bertujuan untuk terciptanya transparansi dan mempercepat pencairan anggaran juga untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya temuan kasus saat adanya pemeriksaan oleh tim auditor BPK atau inspektorat.
“Kita instruksikan agar seluruh sekolah SD dan SMP melakukan pembayaran kegiatan secara non tunai. Tidak ada lagi sekolah yang menarik uang secara tunai, tidak ada lagi kepala SD dan SMP yang pegang uang,” kata Zikri S.Pd kepada Waspada.id di Tapaktuan, Jumat (30/1).
Zikri menambahkan, proses itu sudah dimulai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan sejak pertengahan tahun 2025 lalu. Hanya saja saat itu ada sedikit terkendala dengan kesiapan sekolah dalam menggunakan aplikasi IBC. Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan pada Jumat (30/1/2026) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang turut dihadiri oleh perwakilan Bank Aceh Cabang Tapaktuan, Ayu Arifia dan Sri Andina Mutia, sebagai tanda telah resminya dimulai transaksi nontunai untuk seluruh kegiatan yang bersumber dari dana BOSP.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Debi Sunandar, S.Pd.I. Menurutnya, dengan dimulainya transaksi non tunai ini, diharapkan penggunaan dana BOSP sesuai dengan perencanaan dan tidak ada lagi temuan-temuan ketika ada audit lembaga auditor.
Kepala Bidang Pembinaan SD T. Rismarjon menambahkan bahwa sebanyak 205 SD yang ada di Aceh Selatan, mulai tahun 2026 ini di harapkan tidak ada lagi penarikan uang tunai untuk transaksi BOSP.
“Mulai tahun 2026 tidak ada lagi kepala sekolah dan Bendahara BOSP yang pegang uang tunai, bagi sekolah yang belum menyelesaikan pengunduhan aplikasi dalam beberapa hari ke depan harap diselesaikan segera,” pungkasnya. (id85)











